BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Sembilan orang asal kelompok Mekar Jaya, Register 45 masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Lampung, Kamis (18/7/2019). Minten (55 tahun), warga kelompok Mekar Jaya mengatakan, dirinya menemani adiknya Yudi yang mengalami luka bacokan di kepala. Ia menambahkan Saipul tetangganya terkena tembakan senjata api rakitan, di jari bagian kanannya hingga harus diamputasi. 
 
"Adik saya dibacok di kepala, Saipul mau di Operasi, kami ini hanya melawan, karena kami yang diserang (red oleh Mesuji Raya)," ujar Minten di RS Bhayangkara Polda Lampung, Kamis (18/7/2019). 
 
Ia tidak mengetahui persis kronologi kejadian tersebut secara rinci, namun awalnya memang datang alat bajak dari kelompok Mesuji Raya, yang dihadang oleh kelompok Mekar Jaya di lahan garapan Yusuf (41), dari kelompok Mekar Jaya. 
 
Ia bercerita, pihak Mesuji Raya (Pematang Panggang) OKI, awalnya hanya 5 orang namun mereka kembali, dan datang sekitar 20 orang dengan senjata tajam dan senjata api. "Saya aja kaget lagi pengajian, denger suara pistol meledak, kami ibu-ibu takut," katanya. 
 
Karena kondisi sudah ramai, warga dari Kelompok Mekar Jaya pun mencoba bertahan dengan benda yang ada ketika diserang, seperti senjata api, kayu bahkan tangan kosong. "Bahkan satu korban dari pihak kami, ada yang dibacok, karena ngelindungi kakek, di dalam rumah, kakeknya di peluk, jadi kena badannya dibacok," katanya. 
 
Upaya perlawanan terpaksa dilakukan, lantaran kelompok Mekar Jaya sering diintimidasi, atau menjadi korban kelompok premanisme oleh Kelompok Mesuji Raya. 
 
Premanisme yang dimaksud oleh Minten yakni mereka datang maksa mau mengambil lahan dan singkong. Lalu, saat panen, harus melalui pihak Mesuji Raya. "Misal hasil panen 2,5 ton ditimbang nanti bilangnya 2 ton aja, kita enggak bisa ngelawan," katanya. 
 
Minten berharap pola-pola intimidasi dan premanisme yang menghantui kelompok mereka, tak terjadi lagi. "Minta tolong sama pak polisi, kita cuma membela diri," katanya. 
 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR