WAY KANAN (Lampost.co) -- Masyarakat Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan meminta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan dinas terkait untuk melakukan pemasangan palang pintu perlintasan kereta api.

Demsi, warga setempat, Rabu (5/9/2018), mengatakan bahwa palang pintu perlintasan kereta api di Kampung Kalipapan sangatlah dibutuhkan. Mengingat lalu lalang kendaraan bermotor maupun roda empat cukup banyak setiap hari melintasi perlintasan kereta api di Kampung Kalipapan. Sejak adanya jalur dua, kendaraan harus lebih ekstra berhati-hati karena sangat berbahaya.



Selain itu, perlintasan kereta api tersebut berada ditengah-tengah Kampung Kalipapan, jadi tingkat bahanya sangat tinggi dan apabila ada kereta api yang melintas maka antrean kendaraan cukup panjang.

"Oleh karena itu, kami meminta kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan dinas terkait yang membidangi perlintasan kereta api ini agar segera untuk membuatkan palang pintu perlintasan kereta api serta dijaga oleh petugas karena perlintasan tersebut sangat berbahaya," kata dia.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Way Kanan Mardiyanto, menyampaikan bahwa perlintasan kereta api di Kampung Kalipapan tersebut sangat berbahaya karena perlintasan kereta api berada ditengah-tengah kampung.

"Jadi tingkat kerawanan kecelakan sangat tinggi. Sudah sepatutnya di perlintasan kereta api tersebut sudah diberikan palang pintu. Apa harus ada korban dulu baru akan dipikirkan oleh PT. Kereta Api Indonesia," tegasnya.

Kepala Seksi Lalulintas Dinas Perhubungan Kabupaten Way Kanan, Daud, mengatakan untuk perlintasan kereta api yang resmi namun tidak dijaga ada dua tempat. Resmi ini berarti terdata di Kementerian Perhubungan namun belum ada palang pintu perlintasan kereta api dan tidak di jaga. Untuk dua perlintasan tersebut terletak di Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung dan di Kelurahan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR