METRO (Lampost.co)-- Warga Kelurahan Hadimulyo Barat, menilai Pemerintah Kota Metro, tidak profesional dalam perbaikan infrastruktur lapangan sepakbola kelurahan setempat. 
 
Pasalnya, sudah berjalan sekitar dua minggu sejak lapangan di buldoser dengan tujuan meratakan tanah, namun sampai saat sekarang belum juga ada kelanjutannya. 
 
Sehingga lapangan yang tadinya hijau dengan hamparan rumput, kini terkesan gersang karena rumputnya sudah tidak ada. "Bagaimana ini dinas instansi terkait kalau cara kerjanya seperti ini padahal lapangan ini padat aktivitas," kata Iful warga setempat. 
 
Sebagai warga sekaligus, yang selalu berkepentingan dengan lapangan tersebut ia merasa bingung dan heran dengan cara dinas terkait melakukan renovasi lapangan. Kalau memang diratakan, katanya, semestinya gawang dan juga tanah dipinggir garis lapangan juga diratakan dan bukan hanya tanah yang ada didalam garis lapangan. 
 
Darto warga lainnya sebagai pengurus masjid yang selalu bekepentingan dengan lapangan saat salat idul fitri maupun idul adha juga mengaku bingung. Pasalnya disaat-saat momen umat muslim salat hari raya, pihaknya selalu menggunakan lapangan. Namaun setelah lapangan diratakan dan belum juga ada tindak lanjut dalam perbaikannya. 
 
"Lalau lapangan ini belum juga ada perbaikan lanjutan, kira-kira boleh enggak kami menggelar mimbar untuk solat idul adha di lapangan," kata Darto, Senin (22/7/2019). 
 
Dia juga mengungkapkan, sejak lapangan diratakan dengan buldoser dua minggu lalu, anak-anak yang ingin berlatih sepak bola kebingungan. Sebab, dari dinas terkait tidak ada petunjuk atau arahan harus latihan dimana saat lapangan dalam renovasi. 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR