PANARAGAN (Lampost.co)--SO (60), warga tiyuh Sukajaya, Gunungagung,  Tulangbawang Barat (Tubaba) melakukan aksi nekat dengan membakar diri di dalam rumahnya. Nyawanya tertolong setelah warga mencegahnya.

"SO melakukan aksi percobaan bunuh diri di dalam rumahnya dengan cara membakar badan yang sebelumnya telah disiram bensin hari Selasa (17/10/2017) sekira pukul 10.00 WIB di dalam rumahnya," kata Kapolsek Gunung Terang AKP. Sobari.



Kapolsek menjelaskan, awal mula diketahuinya kejadian tersebut saat istri korban SI (50), melihat ada asap dan api yang berasal dari dalam rumah saat sedang mencuci baju di belakang rumah. Ketika SI ingin masuk ke dalam rumah ternyata pintu belakang sudah dikunci oleh korban, lalu anak korban DA (22) yang masih berstatus pelajar dan mengetahui kejadian tersebut langsung berlari untuk masuk ke dalam rumah lewat pintu depan yang juga sudah dikunci oleh korban dari dalam. Kemudian istri dan anak korban berteriak meminta tolong kepada warga sehingga warga berdatangan untuk memadamkan api dan menolong korban dengan cara mendobrak pintu yang saat itu seluruh badan korban sudah dalam keadaan terbakar. Korban dibawa ke Puskesmas Poned Sukajaya, namun harus dirujuk ke RSUD Menggala untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Kapolsek mengatakan berdasarkan keterangan dari SI, sebelum SO melakukan aksi nekatnya, antara SI dan SO memang sering terjadi cekcok mulut dan SO sempat berkata bahwa dia sudah tidak kuat lagi hidup bersama SI dan ingin mengakhiri hidupnya.

Kondisi korban yang nekat bakar diri harus dirujuk ke RSUD Menggala. (Foto:Lampost/A.Sobirin)

"Korban SO memang telah merencanakan aksi nekat tersebut karena waktu kejadian hanya ada korban sendirian di dalam rumah sedangkan SI sedang mencuci baju di belakang rumah dan DA disuruh korban untuk meminjam alat bekam di rumah tetangga karena korban mengeluh masuk angin," terangnya.

Akibat aksi nekat yang dilakukan oleh SO tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya dan rumah milik korban juga ikut terbakar.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR