BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Warga korban penggusuran eks Pasar Griya Sukarame sepakat dan membulatkan tekad menggugat Pemkot Bandar Lampung ke Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Hal itu disampaikan warga saat konpers di halaman kantor DPRD Bandar Lampung, Rabu (5/9/2018).

Perwakilan warga, Mu'ad mengatakan keputusan pemkot yang hanya bisa memberikan rumah susun ditolak warga. "Kami pandang rusun bukan solusi buat kami," kata Mu'ad.



Dia menjelaskan, mereka bukan cuma butuh tempat tinggal saja tapi kehidupan. "Artinya usaha, kalau ditempatkan di rusun tidak sesuai dengan karakter masyarakat kami berwiraswasta bukan pegawai negeri bukan karyawan. Oleh karenanya itu solusi buruk. Kalau kami terima pemiskinan masyarakat akan terjadi lebih banyak lagi, sehingga kami tolak 100 persen," kata dia.

Warga lainnya, Hasan menambhakan hasil hearing pemkot bersama dewan 3 September lalu hanya menawarkan rumah susun. Xalam hearing itu pemkot melalui dewan seolah memaksa warga yang hadir di dalam hearing itu setuju dengan tawaran tersebut. "Kami yang hadir tidak bisa menyimpulkan, kami harus tanyakan ke warga lainnya, dan kesimpulannya kami menolak," kata dia diamini warga lainnya.

Dia mengungkapkan DPRD tidak ada upaya memperjuangkan hak hak korban penggusuran. Malah sebaliknya DPRD justru terkesan menggiring apa yang menjadi keinginan pemkot. "Dalam hearing tidak ada tawar menawar, itu final keputusan pemkot dan dewan," kata dia.

Untuk itu pihaknya sudah menyimpulkan akan menggugat pemkot dan membawa urusan ini ke meja hijau. "Kami sudah perjuangkan secara arif dan persuasif, kami akan cari upaya hukum," kata dia.

Dia mengungkapkan, DPRD yang notabene perwakilan rakyat, ternyata. hanya selogan. "Kami merasa tertindas oleh pemerintah dan wakil kami sendiri," kata dia.

Sementara itu Kepala Divisi Hak Hak Sipil dan Politik (Sipol) LBH Bandar Lampung, Ilyas mengatakan pihaknya akan mendukung sepenuhnya apa yang menjadi keputusan warga. "Advokasi yang kami lakukan adalah keinginan dan kemauan warga. Kami akan konsepkan gugatan itu, ini pilihan pait yang harus dijalankan, warga kuat dan kompak menerima hasil nantinya," kata dia.

Dia menjelaskan pihaknha akan menyusun bagaimana proses litigasi kedepan. "Agenda untuk menggugat sudah ada, soal kapan nanti akan kami sampaikan di kesempatan selanjutnya. Termasuk mana yang akan kami gugat, nanti akan kami sampaikan, Pemkot, DPRD, a, b, c, dan lainnya. Kita akan ramu seperti apa gugatan itu," kata dia.

Terpisah, Sekkot Bandar Lampung Badri Tamam mempersilahkan jika warga ingin menempuh jalur hukum dan membawa persoalan ini ke meja hijau. "Ya silahkan saja, gak menang gak," kata dia.

Dia juga menyebutkan bahwa warga yang tinggal di lokasi eks Pasar Griya Sukarame adalah warga yang tidak jelas. "Itu memang didiami oleh masyarakat yang gak jelas itu," kata dia

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR