Jakarta (Lampost.co) -- Lukas Bonai, warga sekitar pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya langsung mendekat ke lokasi usai terjadi ledakan. Bersama warga lain, ia membantu para korban keluar dari pabrik dengan membuat lubang di pagar beton.

Api yang terus membesar membuat warga akhirnya menjaga jarak. Tak lama kemudian terdengar ledakan besar dari arah depan pabrik. Menurut Lukas, ledakan ini menghancurkan beberapa bagian pagar beton yang membatasi pabrik dengan tanah kosong di sebelahnya.

“Di depan apinya besar dan kami harus tiarap, enggak boleh didekati kata Brimob,” ujar Lukas saat ditemui MTVN di lokasi, Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jati, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Jumat 27 Oktober 2017.

Lukas mengatakan anggota Brimob ikut membantu mengevakuasi korban. Namun, kendati pagar akhirnya hancur, korban tetap tidak bisa keluar dari pabrik. Pasalnya, pagar yang jebol tersebut tertutup kobaran api. Warga pun khawatir adanya ledakan susulan.

“Api semua di situ. Apinya sampai merambat ke depan. Kami seperti dikejar-kejar api, cepat banget, ngeri itu,” kata dia.

Sementara itu, Kris, warga lain di sekitar lokasi, mengaku turut menyaksikan kejadian tersebut. Karena dilarang mendekat, Kris kemudian mengabadikan situasi dengan merekam video dari dekat rumahnya.

Ia merekam ledakan yang terjadi di dekat gerbang pabrik beberapa saat usai kebakaran. Besarnya ledakan dan kobaran api membuatnya kaget hingga langsung berlari menjauh.

“Saya kaget langung saya matikan handphone saya. Ledakannya kencang banget sampai alarm mobil pada bunyi,” kata dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR