MENGGALA (Lampost.co)-- Assisten I Pemkab Tulangbawang meminta kepada seluruh elemen dapat mendeteksi dini pencegahan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi karena tingginya angka penderita itu di Tulangbawang. 
 
"Perlu partisipasi aktif yang saling bersinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mencegah penyakit tidak menular yang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan di Tulangbawang," kata Asisten I Pemkab Tulang Bawang, Akhad Suharyo, saat membuka Sosialisasi Gerakan Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2019, diruang rapat utama lantai II Pemkab Setempat, Senin (22/7/2019). 
 
Akhmad Suharyo juga mengatakan, Pemkab Tulang Bawang sangat konsen dengan dunia kesehatan terutama penyakit tidak menular. Menurutnya, Bupati Tulang Bawang Winarti sangat mendukung program bidang kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Tulang Bawang yang tertuang dalam 25 program unggulan Bergerak Melayani Warga (BMW). 
 
”Hal ini untuk mencegah timbulnya penyakit tidak menular, akibat gaya hidup tidak sehat kegiatan sosialisasi gerakan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular sangat penting dilakukan," kata Dia. 
 
Suharyo mengatakan penyakit-penyakit tersebut berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, kurang aktivitas fisik, dan kurang mengonsumsi buah serta sayur. 
 
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang, Fatoni mengatakan panyakit obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit jantung serta kangker merupakan penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. 
 
Terlebih Penyakit tidak menular dapat menyerang siapa saja secara mendadak baik baik orang tau, dewasa serta bagi remaja. 
 
"Saya berharap dengan dilakukannya sosialisasi ini dapat memberikan dampak positif serta dapat menurunkan angka kematian khusus bagi penyakit PTM," kata Fatoni.  

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR