KALIANDA--Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Palas, Lampung Selatan, meminta masyarakat , terutama di kecamatan setempat untuk lebih selektif membeli makanan yang dijual di pasar maupun jajanan takjil. Hal itu untuk mengantisipasi peristiwa dugaan keracunan yang menimpa puluhan santri dan siswa di Kecamatan Ketapang, Lamsel, beberapa hari terakhir.

Kepala UPT Puskesmas Palas, Bambang Priyanto, mengatakan dirinya berharap kepada masyarakat agar berhati-hati membeli makanan yang diperjual belikan secara bebas untuk berbuka maupun sahur.



"Jangan sampai peristiwa keracunan di Ketapang, terjadi juga di Kecamatan Palas. Masyarakat harus pandai memilih makanan yang akan dibeli," kata dia kepada Lampost.co., melalui Whatsapp kepada Lampost.co, Minggu (4/6/2017) malam.

Selain itu, kata Bambang, masyarakat diminta agar tidak mengkonsumsi cincau hitam untuk sementara waktu ini. Hal itu dikarenakan dugaan sementara penyebab dari peristiwa dugaan keracunan dan penyebab diare di Kecamatan Ketapang itu setelah memakan cincau hitam.

"Dari kejadian dan kronologis di Kecamatan Ketapang itu ada kesamaan, yaitu yang di makan para korban itu cincau hitam. Tapi, kepastiannya belum diketahui karena hasil laboratorium sedang di proses, belum keluar. Tapi, alangkah baiknya kita dapat mengantisipasinya," kata dia.

Sementara itu, Muryati (48) warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas mengaku khawatir dengan adanya kejadian keracunan maupun diare tersebut. Ia akan lebih selektif memilih makanan yang dijual dipasar atau dipedagang dadakan lainnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR