KALIANDA (Lampost.co)--Warga dari enam dusun di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, kabupaten Lampung Selatan menuntut pelaksana pembangunan jalan tol trans sumatera (JTTS) membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) atau flyover di STA 02+100 Dusun Bunut, Bakauheni.

“Kami bersama warga dari lima dusun lainnya akan melakukan aksi demonstrasi jika tuntutan kami itu tidak segera dipenuhi,“ kata Mat Isa (50) warga dusun Bunut, desa Bakauheni kepada Lampost.co, Senin (7/8/2017).



Ia mengatakan warga dari enam dusun, yakni dusun Sumampir, Waytuba, Simpangtiga, Pegantungan, Sukarame dan Dusun Bunut menolak jalan utama yang digusur untuk pembangunan jalan tol diganti dengan boks curvert atau jalan lorong. Warga mengharapkan pelaksana pembangunan jalan membuatkan flyover.

“Jalan yang dibuatkan oleh pelaksana pembangaunan jalan tol lebih jauh 4 kali lipat dari jalan sebelumnya. Selain bertambah jauh lorong tersebut cukup curam dan rawan longsor,“ ujarnya.

Sementara Kepala Dusun Bunut, Bahri Husein, mengatakan telah melayangkan surat permohonan flyover untuk kedua kalinya, setelah surat pertama yang dilayangkan tahun lalu tidak mendapat tanggapan dari pelaksana pembangunan jalan tol.

“Surat yang kami layangkan ke PT WK dan PT PP untuk membuatkan JPO atau fkyover di tandatangani kepala  Dusun Sumampir (Junaedi), kadus waytuba (Suryana), kadus Simpangtiga (Asrul Aibana), kadus Pegantungan (Suyitno), kadus Sukarame (Subhi), “ kata Bahri diamini ketua RT 2 Dusun setempat.

Ia mengaku jalan yang diminta tersebut sangat vital untuk aktivitas warga dari 6 dusun maupun warga dari desa lainnya. Pasalnya jalan yang diharaokan tersebut untuk arus lalulintas warga menuju ke kebun, laut, sekolah (TK/SD/SMP) dan obyek pariwisata Tanjung tua.

“Banyak anak sekokah enggan berangkat dan sering telat gara-gara jalan pengganti mmebutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke sekolah. Selain itu juaga rute mekakui boks curvert curam dan membahayakan anak-anak. Untuk itu kami berharap tuntutan warga 6 dusun ini diwujudkan,” harap Kadus Bunut.

Dil ain sisi, pembangunan dua unit boks culvert (lorong) ruas jalan tol trans sumatera (JTTS) Dusun Kenyayan dan Dusun Bunut, kecamatan Bakauheni kabupaten Lampung Selatan juga mengancam pengguna jalan. Pasalnya bangunan kedua lorong yang menghubungkan antar dusun di bakauheni itu banyak yang retak.

Pemantauan Lampost.co di dua lorong tersebut, Senin (7/8/2017), kondisi bangunan boks curvert yang bakal digunakan untuk arus lalu lintas warga 6 dusun nampak dipenuhi material, berupa pasir dan batu. Bahkan kanan dan kiri bangunan sudah banyak mengalami keretakkan.

Sedangkan bagian atas bangunan boks curvert  yang menghubungkan antara dusun Way Apus dan dusun Kenyayan, Bakauheni bocor saat turun hujan.

“Saat hujan, air dari tol merembes melalui atas dinding lorong yang dilalui warga dusun Way Apus,” kata Saherudin ketua RT 02 Dusun setempat.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR