KOTA AGUNG (Lampost.co) -- DI (30) ayah dari 2 anak, warga Pekon Tanjungagung, Kecamatan Pugung, Tanggamus harus berurusan dengan aparat penegak hukum karena telah mencuri guna menutupi angsuran koperasi, Kamis (23/8/2018).

Pelaku mengakui perbuatannya setelah tertangkap tangan ketika menjual mesin pompa air milik warga satu desanya. "Paralon yang menghubung ke pompa air saya potong menggunakan golok, uangnya mau saya pakai untuk bayar angsuran," katanya.



Sementara Kapolsek Pugung Ipda Mirga Nurjuanda mendampingi Kapolres Tanggamus I Made Rasma, penangkapan tersangka berdasarkan penyelidikan laporan korban. Pencurian tersebut terjadi pada Selasa (14/8/2018) dikediaman korban Nani (66).

Tersangka teridentifikasi berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi masyarakat tentang adanya warga yang akan menjual mesin Sanyo. "Dari penyelidikan tersebut tersangka berhasil diidentifikasi dan ditangkap," ujarnya.

Menurut keterangan korban, hilangnya mesin pompa air ini diketahui saat istri korban hendak mandi. Karena tidak keluar air ketika membuka keran, korban kemudian mengecek dan menemukan pompa airnya telah tidak ada.

Atas perbuatannya tersangka dapat dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR