KRUI (Lampost.co)--Secara serentak bersama ratusan ribu narapidana yang berada di seluruh lapas dan rutan se Indonesia, warga binaan di Rutan kelas II B Krui melakukan tari poco-poco ikut memecahkan rekor dunia bertajuk “The Largest Guinness World Record Poco-Poco Dance” pada Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 06.30 wib. 
Pantauan lamppost.co di dalam Rutan Krui,  para warga binaan yang melakukan tarian poco-poco itu,  melaksanakan dengan tertib dan rapi. 

Kepala Rutan Krui,  Beni Nurrahman,  mengatakan pemecahan rekor tersebut  dilaksanakan untuk memeriahkan dan menyambut perhelatan Asian Games 2018.
"Sejak keluar instruksi atau dari sekitar satu bulan lalu, warga binaan peserta sudah berlatih setiap hari pagi dan sore untuk pemecahan rekor ini. Rutan kelas IIB Krui, siap," kata Beni.  



Kegiatan tersebut  dilaksanakan secara serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia dengan memanfaatkan media teleconference.

Kata Beni,sebelum di lakukan pemecahan rekor dunia, pernah ada kegiatan warga binaan di tahun 2016 lalu pemecahan rekor MURI. Namun untuk rekor dunia,  kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan secara serentak di seluruh lapas dan rutan se indonesia. 
"Ya kami berpartisipasi,  mengingat luas lapangan yang ada dalam rutan ini terbatas dan tidak memungkinkan, maka kami hanya melibatkan sekitar 30-40 warga binaan yang ada, " kata dia. 

Seorang warga binaan peserta tari poco-poco di Rutan Krui,  Suwanto (48), mengatakan kegiatan ini membuat badan sehat jasmani dan rohani. 
"Saya senang sekali dengan ikut serta dalam kegiatan ini. Terimakasih kepada pak karutan, " ujar pria , asal kecamatan Airhitam Lampung Barat,  yang telah mendekam dalam rutan krui selama tiga tahun dari total masa hukuman  enam tahun,  akibat perbuatan cabul, tersebut.  

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR