BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ratusan warga Bandar Lampung menggunakan kesempatan penetrasi pasar yang digelar Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memenuhi kebutuhan bahan pokoknya. Operasi yang menjual komoditi pangan dibawah harga pasar itu diserbu konsumen, baik yang digelar di Pasar Tugu dan Pasar Panjang, Bandar Lampung, Rabu (15/5/2019).

Kepala Dinas Perdagangan Lampung, Satria Alam menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan analisa BI wilayah Lampung, tingkat inflasi Bandar Lampung pada April lalu meningkat tajam dibanding Maret. Andil kenaikan itu didominasi dari beberala bahan pangan yang meroket menjelabg ramadan lalu. "Memasuki ramadan harga komoditi pokok itu ternyata masih belum stabil. Untuk itu BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan berupaya untuk menekan inflasi ini agar tidak terus naik dan kembali terkendali," kata Satria di Pasar Panjang, Rabu (15/5/2019).



Upaya itu, lanjutnya, dilakukan dengan menggelar penetrasi pasar yang menawarkan kebutuhan pangan dibawah harga pasar, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, cabe merah, dan daging sapi. Operasi tersebut diharapkan bisa menekan harga pangan dipasaran. "Untuk cabai merah hanya Rp18 ribu, beras medium Rp8.500, bawang putih Rp30 ribu, minyak goreng Rp9.000, daging ayam ras Rp25 ribu, dan daging sapi kami beri harga Rp112 ribu. Untuk pembeli tidak ada batasan jumlah di penetrasi pasar ini," ujarnya.

Menurutnya, operasi tersebut terlebih dulu berfokus pada pasar-pasar sekitar Bandar Lampung. Namun, dengan melihat perkembangan kedepannya akan terus meluas ke wilayah kabupaten/kota lainnya. "Kami gelar di Pasar Panjang 15 dan 24 Mei, Pasar Tugu 15 dan 28 Mei, Pasar Pasir Gintung 17 dan 24 Mei 2019, dan Pasar Kangkung 17 dan 28 Mei 2019," ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR