LIWA (Lampost.co) -- Kondisi jembatan gantung penghubung Pekon Bandaragung dan Pekon Mekarjaya Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat meminta agar Pemkab setempat dapat segera memperhatikanya.

Pasalnya, jembatan gantung diatas  way Semangka mati itu selain menjadi salahsatu jalan produksi juga merupakan jalan alternatif bagi masyarakat di dua pekon itu. Jembatan tersebut merupakan jalan lintas bagi masyarakat terutama anak sekolah dan masyarakat yang tidak memiliki kendaraan.



Jembatan itu menjadi jalan yang paling banyak dilintasi masyarakat Pekon Bandaragung menuju Pekon Mekarjaya dan sebaliknya. Masyarakat memilih melintasinya dikarenakan jalan tersebut lebih dekat yaitu hanya membutuhkan jarak sekitar 300 meter sudah sampai ke pekon seberang. Sementara jalan utama harus memutar yang jaraknya mencapai 1 KM.

Jembatan gantung dengan pajang sekitar 50 meter itu merupakan hasil swadaya masyarakat yangbl sudah berulangkali dibangun dengan kondisi sangat sederhana tapi kondisinya saat ini sudah memprihatinkan. Karena itu masyarakat berharap agar Pemkab dapat membangunya secara permanen.
Sebab selain menjadi jalan lintas anak sekolah, baik ke SD maupun SMP serta jalan utama bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan juga menjadi salahsatu jalan produksi.

Keinginan itu disampaikan masyarakat antara lain melalui anggota DPRD yang juga dari desa setempat SW Sundari. "Banyak usulan masyarakat yang meminta agar jembatan ini segera dibangun," kata Sundari Rabu (11/7/2018).

Senada dengan Narto (55) warga Pekon Bandaragung. Ia berharap agar jembatan itu segera dibangun sebab jalan itu merupakan jalan lintas bagi anak-anak sekolah serta warga yang tidak memiliki kendaraan untuk menyeberang ke pekon tetangga karena jarak tempuh lebih pendek.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR