JAKARTA (Lampost.co) -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengusulkan agar dibuat aturan mengenai pembatasan jarak tempuh sepeda motor saat musim mudik Lebaran. Hal ini dikatakan Wapres JK saat menjadi pembicara di acara Transportation Review di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, aturan tersebut penting untuk diterapkan, mengingat kendaraan roda dua bukan transportasi untuk bepergian jarak jauh. "Sepeda motor itu dibatasi saja pergerakan kilometernya. Misal sampai Cirebon saja atau sampai Semarang saja, jangan sampai ke Timur. Menggunakan sepeda motor itu disamping bahaya juga tentunya kecapaian," tuturnya di Jakarta, Selasa (8/5/2018).



Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan berdasarkan data dari mudik tahun 2017 lalu, jumlah angka kecelakaan di jalan raya sebesar 70 persen terjadi akibat sepeda motor. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada pemudik untuk menggunakan moda transportasi lain ketika akan mudik.

"Ada hal signifikan dari musim mudik tahun lalu yaitu motor. Pertumbuhan sepeda motor tahun lalu mencapai 33 persen yang merupakan pertumbuhan luar biasa mengalahkan jumlah angkutan lainnya. Dan 70 persen kecelakaan itu karena motor, jadi saya anjurkan jangan naik motor. Naiklah bus, kereta api atau kapal saja," ujar Budi.

Tak hanya sepeda motor, Wapres JK juga meminta agar diterapkan kebijakan sistem ganjil genap di sepanjang jalur tol demi mengatasi kemacetan yang sering terjadi saat musim mudik Lebaran.

"Sekarang ini pola pikir masyarakat adalah kalau mau cepat lewat jalan tol. Makanya supaya tidak macet bagaimana kalau diterapkan nomor ganjil genap itu diatur. Jadi, siapa yang lewat jalan tol, siapa yang lewat jalan biasa supaya tidak macet lagi," ujarnya.

Dia meyakini dengan cara itu (sistem ganjil genap) maka kejadian seperti di Brexit (Brebes Exit) dua tahun lalu tidak terjadi. "Saya yakin jalan tol makin panjang, tidak ada lagi kejadian Brexit. Disamping itu, pihak kepolisian dan Kementerian Perhubungan makin mengerti dan memahami situasi yang ada," ujar Wapres JK.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR