Jakarta (Lampost.co) -- Mayoritas perusahaan di Indonesia didominasi oleh industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan berkontribusi sebesar 56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, kontribusi industri UMKM masih belum maksimum, sehingga perlu ditingkatkan lewat pembenahan dan standardisasi.



"Kita puluhan tahun punya UMKM tapi hasilnya belum maksimum," kata JK dalam acara forum solusi ekonomi Indonesia bertema Membangkitkan Kejayaan Berbasis Industri UMKM, di Metro TV, Kedoya, Jakarta, Selasa 29 Agustus 2017.

JK menuturkan, melalui standardisasi kemasan dan produk, maka pengusaha besar dipastikan tertarik menyuplai bahan dari industri UMKM.

"Kita enggak bisa jadi pemasok tanpa standardisasi," imbuh dia.

Lebih lanjut, JK menginginkan pengusaha besar dan pengusaha kecil dapat berjalan beriringan. Katanya, kebanyakan negara hanya fokus menumbuhkan salah satu industri saja. Seperti Korea Selatan yang fokus ke pengusaha besar sementara Taiwan lebih memprioritaskan pengusaha kecil.

"Enggak bisa maju sendiri harus dua-duanya kita tingkatkan," tandasnya.

Dengan demikian, pengusaha besar dan pengusaha kecil di Tanah Air dapat saling menguntungkan dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional juga semakin besar.
 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR