TEKANAN darah tinggi sebelum dan selama kehamilan berpengaruh buruk pada wanita hamil maupun janin dalam kandungan. Di antaranya kematian bayi, pre-eklampsia, stroke, gagal jantung, kardiomiopati atau penyakit otot jantung, gagal ginjal, dan kematian ibu.

Sebuah studi terbaru di Amerika Serikat menunjukkan jumlah wanita dengan hipertensi selama kehamilan selama 20 pekan pertama kehamilan meningkat selama empat dekade terakhir. Kasus ini terutama di kalangan wanita kulit hitam, menurut penelitian baru di Jurnal American Heart Association Hypertension.



Mengutip Science Daily, peneliti mendefinisikan tekanan darah tinggi sebagai tekanan darah sistolik 140 mm Hg dan tekanan darah diastolik 90 mm Hg selama studi. Namun American Heart Association mendefinisikan tekanan darah tinggi sebagai tekanan darah sistolik (angka atas) 130 mm Hg dan tekanan darah diastolik (angka bawah) 80 mm Hg. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR