BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak 2563 yang bertepatan pada Minggu 19 Mei 2019. Hari suci agama Buddha ini harus dijadikan sebagai momentum untuk terus merawat persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Apalagi usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, masyarakat harus kembali bersilahturahmi menjaga keutuhan dan kerukunan. Pihaknyapun menolak people power dan menolak aksi delegitimasi terhadap KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu.

Ketua Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Lampung, Andi Lie menghimbau kepada semua Umat Buddha khususnya di Lampung, untuk tetap tenang dan terus merajut kerukunan, persatuan dan kesatuan anak bangsa, dan menolak secara tegas "Wacana People Power". Ia mengajak semua pihak untuk menghormati keputusan hasil perhitungan suara melalu KPU RI.



"Pascapemilu marilah untuk tetap tenang dan terus merajut kerukunan, persatuan dan kesatuan anak bangsa, dan menolak secara tegas Wacana People Power," katanya kepada Lampung Post, Minggu (19/5/2019).

Kemudian ia juga menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Trisuci Waisak 2563BE/2019, dalam rangka mengingat dan merayakan tiga peristiwa agung, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan kemangkatan Sang Buddha. "Di bulan Waisak penuh berkah diharapkan para Buddha memancarnya sinar anugerah-Nya untuk menerangi kegelapan dunia dan memberkati semua makhluk," katanya.

Baca juga:

Mahasiswa Se-Lampung Komitmen Sejukan Suasana Pascapemilu

Selanjutnya ia berharap semoga semua masyarakat senantiasa dibimbing dan dilindungi agar Bodhicitta kita semua tumbuh berkembang, rajin melaksanakan Bodhisattvayana untuk mencapai pencerahan dan Maha Bodhi, sehingga terciptanya Negara yang aman, tenteram, damai dan sejahtera. “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, semoga semua makhluk berbahagia,” katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR