METRO (Lampost.co) -- Sekitar 150 insan tenis lapangan (Kota Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur), turut ambil bagian dalam turnamen Walikota Cup II, di lapangan AB dan indoor yang akan digelar pada 12-13 Mei 2018.

Ketua panitia acara, Herman Sismono, mengatakan ajang Walikota Cup II 2018 merupakan agenda lanjutan Walikota Cup I 2017. Hanya saja, kata Herman, yang membedakan dalam teknis pertandingannya. Dimana Walikota Cup I, hanya mempertandingkan perorangan/pasangan serta tidak mengakomidir pemain prestasi. Sedangkan di ajang Walikota Cup II, mempertandingkan dua kategori, yakni beregu/time dan perorangan /pasangan. Masing-masing time berisikan minimal 10 dan maksimal 12 pemain, dengan sepasang pemain prestasi.



Kemudian, kategori perorangan merupakan para pemain yang tidak terakomodir masuk beregu/time. Hal tersebut dimaksudkan agar semua insan tenis dapat ambil bagian dalam ajang Walikota Cup II. Namun, jika ada pemain yang seharusnya masuk kelompok beregu, tapi dengan sengaja masuk kelompok perorangan tentunya akan di seleksi panitia.

"Kelompok perorangan ini isinya bapak-bapak, pemain pemula. Apa iya pemain yang sudah malang melintang di dunia tenis puluhan tahun, serta usianya masih muda ikut dikelompok ini, gak etislah," tegas Herman.

Diakuinya, ajang Walikota Cup II, digelar tidak ada kaitannya dengan tahun politik. Akan tetapi murni pada agenda tahunan yang memang dilaksanakan setiap setahun sekali. Pada prinsipnya, sebagai ajang silaturahmi sesama insan tenis yang ada di tiga wilayah (Kota Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur).

Walikota Cup II 2018 yang memperebutkan piala bergilir dan piala tetap serta uang pembinaan belasan juta rupiah itu diikuti 7 kelompok beregu/time, dan puluhan kelompok perorangan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR