KOTABUMI (Lampost.co) -- Wali murid sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 7 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan pungutan yang diambil pihak sekolah sampai dengan mengancam menahan Rapor siswa. Dengan alasan mengganti buku yang dipakai oleh siswa yang dipinjamkan oleh pihak sekolah jumlahnya berkurang atau hilang saat pembelajaran.

Dan itu telah dilakukan mereka (siswa) yang membayarkan sejumlah biaya pergantian bagi yang ingin mendapatkan laporan hasil pembelajarannya satu semester. Sehingga mau tidak mau harus membayar seperti yang ditetapkan pihak sekolah. Padahal anggaran pemerintah telah banyak disana, hingga masyarajat bertanya-tanya akan hal demikian. "Itu terjadi pada murid berada di kelas VIII, satu kelas berjumlah 32 siswa dibebankan Rp41.000/siswa. Sementara dua kelas lainnya dengan jumlah siswa sama dikenai Rp12.000/siswa. Padahal kan ada dana kucuran bantuan pemerintah disana," kata Ari, ibu rumah tangga yang memiliki anak bersekolah di SMPN 7 Kotabumi.



Menurutnya, kejadian itu berawal dari siswa yang dipinjamkan buku dari perpustakaan sekolah. Yang akan dipergunakan dalam belajar-mengajar pada keesokan harinya. Namun saat pelajaran itu selesai, barulah disadari ada buku yang kurang dari dipinjamkan ke siswa tersebut. "Buku itu digilir kepada tiga kelas dan dua kelas yang nilainya dibawah sebagai imbasnya. Sehingga nilainya lebih kecil," terangnya.

Bahkan ada keluhan dari wali murid pada kelas atasnya dikenai biaya pergantian sampai mencapai Rp82.000/siswa untuk mengganti buku yang hilang dipinjamkan kepada siswanya. Sehingga menimbulkan tanda besar kepada mereka yang dibebankan biaya tersebut. "Anak saya duduk di kelas IX yang tahun ini telah menyelesaikan bangku SMP, itu terkena masalah yang sama. Bahkan jumlah lebih besar, bukan masalah nilai yang kami beratkan, tapi masa iya tidak ada dana talangan sekolah. Padahal kan jelas setiap sekolah menerima dana BOS untuk menjalankan tugasnya mencerdaskan anak bangsa," tambahnya.

Kepala SMPN7 Kotabumi, Farida Paksi mengklaim apa yang dilakukan pihaknya telah sesuai dengan mekanisme dan aturan. Sebab, itu telah dituangkan dalam peraturan sekolah yang disetujui oleh wali murid yang menyekolahkan anaknya disana. "Dan peraturan itu telah jelas, bahwasanya bila ada siswa meminjam buku harus membalikkannya dan bersedia mengganti bila sampai hilang," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR