BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menegaskan pihaknya akan menutup tempat-tempat usaha yang tak menyetor pajak sesuai ketetapan. Khususnya bagi usaha restoran, hotel, dan hiburan yang telah dipasangi tapping box atau alat perekam transaksi. 
 
Hal ini menyusul masih banyaknya pengusaha yang belum menyetorkan pajak sesuai dengan pendapatan yang diterima. Sedangkan setiap transaksi di tempat usaha tersebut jelas-jelas diketahui oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) setempat melalui alat tapping box yang telah terpasang. 
 
Beberapa waktu lalu, pihak Pemkot juga telah menerjunkan seluruh OPD untuk mengawasi dan mensurvei tiap tempat yang telah dipasang tapping box selama 3 hari berturut-turut. 
 
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan berapa pendapatan yang diperoleh tempat usaha tersebut agar benar-benar transparan dan tidak ada lagi kebocoran setoran pajak. 
 
"BPPRD, Inspektorat, Sekda, tagih sesuai apa yang sudah disurvey 3 hari kemarin. Itulah jumlah yang harus disetor ke kas daerah," ujar Herman saat ditemui di Pemkot setempat, Jumat (1/3/2019). 
 
Bagi pengusaha yang tak menyetor pajaknya sesuai pendapatan, Wali Kota Herman menegaskan tak akan segan-segan untuk menutup tempat usaha tersebut. 
 
"Yang masih bandel, kita tutup, saya nggak ada main-main lagi. Mereka kan wajib bayar pajak, bukan uang mereka yang disetor, tapi uang masyarakat yang makan, minum, atau minep. Kita peringatkan 3 kali, kalau masih bandel berarti sudah niat nggak baik," tegasnya. 
 
Pihaknya juga mengatakan bahwa pihak Pemkot telah mengirimkan surat ke tiap wajib pajak terkait ketetapan besaran setoran pajak.  
 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR