BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Pemerintah Kota bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung menggelar rapat paripurna, dengan agenda penyampaian raperda LKPJ APBD tahun 2018 dan ranperda inisiatif, di ruang sidang DPRD setempat, Selasa (18/6/2019). 
 
Dalam penyampaiannya,  Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengungkapkan bahwa penyampaian ranperda tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD paling tambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir. Hal itu berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun tahun 2006 pasal 298 ayat 1. 
 
“Pada kesempatan ini kami sampaikan realisasi pendapatan dan belanja pada tahun anggaran 2018, PAD yang sah  dianggarkan Rp856,03 miliar lebih, teralisasi sebesar Rp550,27 miliar lebih atau tercapai 64,28 persen dari target yang ditetapkan,” ujar Wali Kota Herman HN. 
 
Menurutnya, kelompok pendapatan transfer pemerintah pusat lainnya dan transfer dari provinsi seluruhnya dianggarkan sejumlah Rp1.639,28 miliar, lalu terealisasi sebesar Rp1.521,81 miliar atau sebesar 92,83 persen. 
 
Lalu berdasarkan Perda Kota Bandar Lampung nomor 10 tahun 2018 tentang perubahan APBD tahun 2018, anggaran belanja dan transfer pemerintah kota Bandar Lampung ditetapkan sebesar Rp2,61 triliun. Dari anggaran tersebut hingga 31 desember 2018 telah terealisasi sebesar 83,71 persen atau Rp2,19 triliun lebih.  
 
“Dengan rincian sebagai berikut, bagian belanja operasi dialokasikan sebesar Rp2,08 triliun lebih, terealisasi sebesar Rp1,76 triliun lebih atau 84,54 persen. Lalu belanja modal Rp527,84 miliar lebih terealisasi Rp425,19 miliar lebih atau 80,55 persen,” jelasnya. 
 
Kemudian belanja tak terduga sebesar Rp2 miliar, terealisasi Rp1,48 miliar lebih atau 74 persen. Kemudian, belanja transfer dialokasikan sebesar Rp2 miliar dan terealisasi Rp1,17 miliar atau 58,56 persen. 
 
“Secara umum anggaran pendapatan dan belanja daerah kota Bandar Lampung tahun anggaran 2018 dapat dilaksanakan baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp2,59 triliun lebih dapat tercapai sebesar Rp2,16 triliun lebih,” ungkap Herman.  
 
Terakhir dirinya menjelaskan, belanja daerah terealisasi sebesar Rp2,19 triliun atau 83,71 persen, dari anggaran sebesar Rp2,61 triliun lebih. “Berdasarkan realisasi pendapatan, belanja serta pembiayaan maka diperoleh sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2018 sebesar Rp8,80 miliar lebih,” tutupnya.    

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR