BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan berkunjung ke kantor Lampung Post, Jumat (13/10/2017). Kunjungannya bersama Pembina Yayasan Alfian Husin yang juga Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Lampung Firmansyah itu selain bersilaturahmi, juga mengenalkan lagu dakwahnya dalam album Suara Langit.
Dalam silaturahmi itu, Helmi yang juga adik Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan itu mengatakan album Suara Langit bercerita tentang semua yang terjadi di dunia ini memang sudah kehendak Allah. Termasuk juga sosok yang bakal memimpin sebuah daerah memang sudah ditentukan "langit" sejak awal.
"Kalau memang sudah ditulis di langit (kehendak Allah, red) seseorang menjadi kepala daerah, pasti dia terdaftar sebagai calon. Tapi, seseorang terdaftar sebagai calon kepala daerah belum tentu jadi. Itu filosofinya," kata Helmi yang berkunjung usai memberi kuliah umum ke mahasiswa Perguruan Tinggi Darmajaya, kemarin.
Helmi juga bercerita pengalamannya memimpin Kota Bengkulu yang masih berjalan untuk periode kedua. Menurutnya, dalam memimpin harus berpatokan ikhlas dalam mengelola uang rakyat. Jika memang rakyat menghendaki sesuatu dibiayai dengan uang APBD, ya pemerintah daerah mesti melakukannya.
"Jika rakyat butuh modal, APBD-lah yang menyediakannya. Memang APBD itu kan uangnya rakyat, ya memang digunakan untuk kepentingan mereka. Sebagai pengelola keuangan, pemerintah harus melakukannya dengan cinta. Sebab jika kita mencintai yang di bumi, yang di langit akan mencintaimu," kata dia.
Helmi pun memberi comtoh program yang dilakukannya di Bengkulu, yakni Jemput Sakit Pulang Sehat (JSPS). Bekerja sama dengan kalangan media, setiap ada warga miskin Bengkulu yang sakit langsung dilaporkan ke dia. Kemudian, dia bersama para jurnalis itu mendatangi warga itu dan membawanya ke rumah sakit untuk berobat.
"Setelah itu, walau perobatan dibiayai pemerintah, kami galang dana sukarela dari kalangan menengah untuk membantu ibu itu. Sehingga saat pulang sehat, sang ibu juga mendapatkan modal usaha dari bantuan yang terkumpul," kata Helmi. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR