BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung mengecek lokasi reklamasi ilegal di Pantai Sidodadi, Telukpandan, Kabupaten Pesawaran, Selasa (8/1/2019). Pengecekan dipimpin Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Lampung Irfan Tri Musri didampingi Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan. 

Irfan mengatakan Walhi dan LBH melakukan pengecekan ke lokasi untuk membuat laporan kembali ke Polda Lampung. "Sangat disayangkan lokasi reklamasi sebelumnya dijadikan area parkir menuju Pulau Tegal Mas, semestinya kalau Polda Lampung kerja lokasi itu harus dipasang police line," kata dia.



"Insya Allah, Kamis (10/1), Walhi dan LBH Bandar Lampung akan melaporkan kembali kasus reklamasi lanjutan ini dan akan mempertanyakan perkembangan laporan reklamasi yang dilaporkan sebelumnya di lokasi yang sama ke penyidik Polda Lampung," ujarnya.

Sementara itu, Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan mengatakan penyidik Polda Lampung harus tegas terkait kasus reklamasi di Pantai Sidodadi, Telukpandan, Kabupaten Pesawaran itu.

"Ini merupakan kasus kejahatan terhadap lingkungan, jika ada indikasi mengarah pidana semestinya tidak ada aktivitas di lokasi reklamasi itu, harus dipasang police line, setop aktivitas demi penegakan hukum," ujarnya.

Sementara Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung Nazdan mengatakan pihak pengelola reklamasi di Pantai Sidodadi, Telukpandan, Kabupaten Pesawaran, tidak hadir memenuhi panggilan DKP.

"Perwakilan dari penggelola dan manajemen atas nama Thomas Aziz Riska tidak hadir memenuhi panggilan DKP. Nanti akan dikirim surat panggilan kembali," kata dia.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR