KOTABUMI (Lampost.co) -- Walaupun harga buah jengkol di tingkat pengepul di Lampung Utara cukup tinggi berkisar Rp40 - 50 ribu per kilo,namun  tanaman jengkol belum menarik minat bagi petani untuk dikembangkan sebagai tanaman utama.

Kepala Bidang Holtikultura pada Dinas Pertanian Lampung Utara Yusmaniah mengatakan walaupun harga buah jengkol di tingkat pengepul di Lampung Utara dihargai cukup tinggi yang diperkirakan sudah berjalan dalam 5 bulan terakhir yakni Januari - Mei 2018 sekitar Rp40 - 50 ribu per kilo, namun pengembangan tanaman tersebut sampai saat ini hanya menjadi sebagai tanaman selingan di halaman pekarangan rumah warga maupun di lahan pertanian.



"Kalau di tilik dari tingginya harga di tingkat pengepul, tanaman tersebut punya potensi dikembangkan secara luas sebagai tanaman utama perkebunan. Hanya saja, apakah tingginya harga tersebut dapat bertahan cukup lama. Lagi-lagi semua tergantung dari mekanisme pasar," kata dia saat dihubungi, Senin (4/6/2018).

Di Lampura, kata dia, tanaman jengkol masih menjadi tanaman selingan di lahan pekarangan maupun lahan pertanian. Kalau di nilai dengan kisaran harga buah yang cukup tinggi tingkat pengepul, mestinya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman perkebunan," kata dia.


 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR