KRUI (Lampost.co) -- Kekuatan aturan yang diterapkan oleh Pemkab Pesisir Barat melalui Dinas Pariwisata tentang larangan berjualan di lokasi objek wisata milik pemerintah yaitu di Pantai Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat, dipertanyakan.

Pasalnya, meski telah dipasang plang dan spanduk larangan bagi pedagang untuk berjualan di Pantai Labuhan Jukung yang ditempel di pohon-pohon yang ada di sepanjang pantai wisata milik pemerintah tersebut, namun tampaknya tidak diindahkan oleh para pedagang yang tetap berjualan bahkan dibawah plang atau spanduk itu.



Pantauan Lampost.co, Selasa (19/6/2018), di lokasi tersebut masih ramai pengunjung dan wisatawan yang datang meski saat ini telah memasuki H+5 pada arus balik Lebaran. Keramaian pengunjung juga diimbangi dengan banyaknya pedagang yang berjualan makanan dan minuman di sepanjang pantai tersebut.

Para pedagang seolah tidak menggubris larangan berjualan ditempat mereka mangkal. "Ya saya berjualan disini sejak Lebaran.  Alhamdulillah ramai, saya dari Lampung Selatan, mas. Enaknya disini, berjualan disini tidak dipungut biaya," kata Andi seorang pedagang bakso dan sosis goreng.

Disinggung adanya plang larangan berjualan yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat ia dan pedagang lainnya berjualan, dia mengatakan asal tidak berjualan pas di bawah tulisan itu. "Ya asal jangan masuk ke sana," ujarnya.

Demikian pula saat di konfirmasi kepada pedagang rujak buah yang juga ada ditempat itu,  kata dia,  saat lebaran ini banyak pengunjung yang datang, butuh makanan dan minuman Tentunya para pedagang berjualan sedekat mungkin dengan para pembeli yang kebanyakan berada di pantai itu, agar dagangan mereka laku terjual.

"Ya disini banyak pembelinya. Mereka tentu butuh makan dan minuman," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR