PRINGSEWU (Lampost.co)-- Dengan ditangkapnya pelaku menganiaya anak kandung berinisial HN menunjukan semakin pedulinya masyarakat terhadap kekerasan dalam rumah tangga. 
 
Demikian penjelasan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pringsewu Azhari, saat melakukan pendampingan korban penganiayaan yang dilakukan orang tuanya sendiri, Rabu (17/7/2019). 
 
Di Mapolsek Sukoharjo, Azhari yang didampingi anggotanya Siwi Lestari menyatakan peristiwa KDRT di Pringsewu sudah mulai mendapat perhatian masyarakat. Buktinya beberapa kasus penganiayaan anak dan prilaku asusila seringkali terungkap karena ada yang melapor ke polisi. 
 
Azhari mengaku sangat prihatin dengan peristiwa tersebut. Sebab orang tua yang seharusnya melindungi anaknya, ini justru menjadi musibah bagi anaknya. 
 
Pihaknya berharap di setiap pekon bisa di dirikan lembaga pemerhati anak, yang tugasnya melakukan pengawasan di pekonya masing-masing, sehingga jika terjadi KDRT bisa langsung di laporkan ke pihak yang berwajib. 
 
Menurutnya seringnya kasus serupa terungkap di wilayah hukum Polsek Sukoharjo itu disebabkan karena kurang pedulinya lingkungan terhadap peristiwa disekitarnya. Pihaknya juga mengapresiasi pihak keluarga yang berani melaporkan kekerasan terhadap anak. 
 
Sementara Kapolsek Aukoharjo Iptu. Deddy Wahyudi, Rabu (17/7/2019) saat konfetensi pers menyatakan penganiayaan dua anak kandung oleh ayahnya sendiri oleh HN, diawali karena kecurigaan HN kalau kedua anaknya mencuri uang. Kemudian kata kapolsek, dengan alasan memberi hukuman, HN melakukan penganiayaan terhadap kedua anaknya. "Ya karena alasan agar jera HN melakukan penganiayaan," kata Iptu. Deddy. 
 
Sementara Kepala Pekon Sukoharjo III Barat Gunarto menyatakan pelaku penganiayaan anak kandung orangnya bersifat tertutup. "Mereka kurang bersosialisasi dengan masyarakat," ungkapnya. 
 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR