BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol terus memerintahkan jajarannya Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung, untuk melakukan penyidikan terkait perkara pembuatan tambak dan pembukaan akses jalan di sekitar wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Meski dua tersangka telah divonis yakni direktur Penanaman Modal Asing (PMA) PT  Indomarine Aqua Culture Farm  Yang Cih Jung dan Direktur PT Delivra Sentosa Muhammad Ade Hendrik bakal, Angesta Romano Yoyol membenarkan ada tersangka lainnya yakni Aan Jamaludin.



"Ia ada emang tersangka lainnya yaitu Aan, tapi emang sebelumnya saya tak paparkan (red ke media)," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (6/7/2018).

Yoyol menjelaskan penyidik masih mendalami modus yang dilakukan Aan. Dari mana Aan mendapatkan surat rekomendasi pemberian izin dari mana asalnya, kemudian cara yang dilakukan Aan untuk myakinkan ata Yang Cih Jung (53), bahwa dokumen yang dimilikinya lengkap dan legal. "Nanti dikembangkan hasil dari Aan," kata alumnus Akabri 1989 itu.

Disinggung apakah dokumen yang dimiliki Aan itu ilegal, atau dipalsukan Yoyol enggan menyampaikan secara rinci. Yoyol juga tak merinci track record dan identitas lengkap Aan. "Enggak bisa dipaparkan masih sidik," kata mantan Kapolrestabes Bandung itu.

Sebelumnya Kordinator Bidang Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Lampung Andri menyebutkan ada tersangka lain dalam kasus tersebut, yakni Aan Jamaludin. Aan diduga orang mengurus perizinan pembukaan tambak di area TNBBS, yang masih belum jelas legal atau tidak.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR