Jakarta (Lampost.co) -- Ketika kencan pertama, merasa gugup adalah hal yang wajar sebelum bertemu. Dan jika Anda merasa senang dengan si dia, perasaan gugup tersebut lebih ke arah bersemangat.

Namun, menurut ahli perilaku, terus-menerus merasa gugup ketika bertemu dengan si dia yang sudah menjadi pasangan tidaklah baik.

"Jika Anda terlalu khawatir setiap kali bertemu dengan kekasih baru Anda, itu mungkin pertanda bahwa meskipun dia mungkin orang yang hebat, mungkin bukan yang terbaik untuk Anda," tulis Dr Wendy L Patrick seperti dikutip Independent.

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, momen kencan bukan lagi terasa seperti pertujukan yang memuat seseorang gugup dan cukup menjadi diri sendiri.

Dalam jangka panjang, tak ada yang ingin terus berpartisipasi dalam aktivitas yang membuat stres dan tak nyaman.

"Misalnya, saat sudah bertunangan atau mendapat posisi dengan tanggung jawab besar, kita tak bisa berada dalam posisi terus merasa gelisah dan tertekan secara mental."

Tentu saja, ingin memberi kesan baik pada pasangan adalah hal wajar, tetapi seharusnya Anda tak merasa gelisah.

Jika Anda terus merasakannya, kemungkinan orang tersebut membuat Anda merasa tak pantas dan mengecam diri Anda sendiri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bereaksi secara ekstrem pada kelemahan diri membuat seseorang rentan mengalami depresi.

Anda perlu menemukan seseorang yang membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda.
"Siapa yang memvalidasi dan menegaskan siapa Anda - bukan siapa yang Anda inginkan," Dr. Patrick menjelaskan.

"Kuncinya adalah belajar mengenali perbedaan antara tergila-gila dan keterikatan."

Menurut sebuah studi, kegilaan menciptakan perasaan negatif, seperti kegugupan, kegelisahan dan ketidakamanan.

Kelekatan yang aman, di sisi lain, mengurangi perasaan negatif.

"Sementara penulis [studi] mengetahui bahwa kegilaan dikaitkan dengan tingkat gairah dan euforia yang lebih tinggi, ini seperti pedang bermata dua," pungkas Dr Patrick.

Jadi apa yang bisa Anda lakukan?

Caranya tetap berhubungan dengan perasaan Anda sendiri.

"Hal ini akan memungkinkan Anda memilih pasangan yang membuat Anda merasa yakin, bukan merasa tidak aman. Merasa aman dalam hubungan, nantinya akan dapat membuat Anda memprediksi stabilitas hubungan, dan akhirnya sukses."

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR