GUNUNGSUGIH (Lampost.co) -- Semenjak didirikan Lapas Gunungsugih, nama masjid di dalam Lapas Gunungsugih sering berganti. Sebelumnya Masjid Samhajri menjadi Masjid At Taubah, dan terakhir Masjid Al Hikmah. Atas kesepakatan oleh pengurus masjid Lapas Gunung Sugih dan pesantren mitra lapas maka tim berinisiasi mengganti nama masjid dengan nama pesantren dan dilaksanakan pembuatan prasastinya, hal ini disampaikan Kalapas Gunungsugih Syarpani saat berbuka puasa bersama di aula Lapas, Rabu (6/6/2018).

Syarpani menyampaikan bahwa ini perlu dibuat permanen agar tidak ada pergantian lagi nama masjid. “Ya, mulai hari ini kita resmikan nama masjid dan pondok pesantren menjadi Al Furqon yang artinya pembeda diantara yang hak dan yang batil, jalan yang lurus dengan jalan yang sesat, dengan harapan nama ini membawa berkah bagi warga binaan yang menjalani pidana,” ujar Kalapas.



Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung, Bambang Haryono mengapresiasi langkah Kalapas dan berharap dengan nama baru menjadi angin segar buat kehidupan santri. "Hari ini, saya resmikan nama masjid dan pesantren Lapas Gunung Sugih menjadi Al Furqon semoga santrinya makin banyak memperdalam ilmu agama sehingga berakhlak mulia saat bebas kelak," tutup Bambang.

Pengasuh Pesantren Darul Huda Ustaz Dede Sulaeman selaku pembina rohani dalam Lapas meyakini bahwa dengan nama tersebut akan jelas membuat perubahan dalam jiwa santri lapas

“Dengan adanya Masjid Al Furqon ini diharapkan dapat mengetuk pintu langit agar diturunkan keberkahan, kedamaian, dan keamanan di Lapas Gunungsugih ini. Sehingga kita senantiasa mengharapkan rida dan kemurahan Allah swt agar Lapas aman, tentram dan damai,” ucapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR