BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Lampung penyumbang tenaga kerja Indonesia (TKI) terbesar dengan 15.371 jiwa.  Jumlah ini diprediski bisa meningkat hingga tiga kalilipat karena masih maraknya penggunaan jalur Ilegal.  Maka hal ini juga berbanding lurus dengan jumlah pengaduan terkait permasalahan pekerja.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang diakses oleh BP3TKI Lampung, Provinsi Sai Bumi Ruwai Jurai pada 2017 menduduki peringkat ketujuh dengan jumlah pengaduan TKI yakni, 217 pengaduan. Hingga April 2018 ada 67 pengaduan dan 40 kasus diselesaikan.



Kepala BP3TKI Lampung A. Salabi melalui Pengantar Kerja Pertama Muhammad Meidi mengatakan,  pengaduan tersebut didominasi dengan jenis masalah seperti TKI ingin dipulangkan, gaji tidak dibayar, pemutusan hubungan kerja sebelum masa perjanjian kerja berakhir, Overstay dan TKI gagal berangkat.

"Memang rata-rata ada di Timur Tengah Arab Saudi, dan Malaysia, tapi pemerintah sudah moratorium dengan negara di Timur Tengah," ujarmya saat ditemui di Kantor BP3TKI Lampung, Jumat (4/5/2018).

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR