JAKARTA (Lampost.co)--Rupiah diprediksi masih melanjutkan pelemahan dikisaran Rp14.700 hingga Rp14.950 per dolar Amerika Serikat (USD) hingga akhir September. Fluktuasi nilai tukar pun berpotensi menembus level psikologis hingga Rp15.000 per USD yang tentunya diharapkan pemerintah segera melakukan berbagai macam upaya untuk menahan pelemahan tersebut.

Peneliti Institute Development of Economic and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan gejolak pelemahan rupiah diperkirakan terus terjadi hingga tiga tahun ke depan. Hal ini menyusul rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) the Fed sebanyak tiga kali sampai 2019.



"Jadi gejolak ini sifatnya 1-3 tahun ke depan. Saat ini rupiah berpotensi menembus level psikologis hingga Rp15.000 per USD," kata Bhima, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Menurutnya, kenaikan Fed Fund Rate berisiko terhadap kinerja ekonomi nasional lantaran adanya tren arus modal keluar dari negara berkembang ke negara asalnya. Bahkan, kenaikan suku bunga AS sebanyak dua kali pada September dan Desember nanti bisa memperparah aliran modal asing keluar dari negara berkembang.

"Investor asing melihat kondisi ini akan lakukan flight to quality dengan membeli aset yang aman baik USD, emas maupun yen," imbuhnya.

Selain kenaikan the Fed, anjloknya nilai tukar rupiah juga dipicu oleh krisis mata uang di Argentina. Hal ini dikhawatirkan bakal berdampak sistemik pada Negara 'fragile five' atau negara yang rentan terpapar guncangan global seperti Indonesia, jelas Bhima.

Apalagi beberapa indikator kesehatan moneter dan fiskal Indonesia memiliki beberapa kesamaan dengan Argentina dan Turki. Misalnya, defisit transaksi berjalan Indonesia mencapai tiga persen, sedangkan Turki berada di level 5,9 persen, dan Argentina pada 4,7 persen .

"Tiga negara itu sama-sama menderita defisit transaksi berjalan. Kemudian dari sisi defisit anggaran Indonesia ditargetkan 2,2 persen pada 2018 sementara Turki 2,8 persen dan Argentina 5,3 persen," tuturnya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR