BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Bandar Lampung menyebutkan ada beberapa hotel dan restoran di Kota Tapis Berseri mengemplang pajak meskipun telah dipasang tapping box.

Mereka sengaja mematikan tapping box agar transaksi pembayaran di hotel maupun restoran tidak terekam alat tersebut. Dengan demikian bayar pajak lebih sedikit dari yang seharusnya. Dengan kata lain, uang pajak yang dibayarkan konsumen tidak dibayarkan oleh pengusaha itu ke pemerintah.



Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung Yanwardi menjelaskan tapping box dipasang guna mengurangi kecurangan pajak restoran dan hotel. Sejauh ini sudah 10 alat yang dipasang di hotel dan restoran.

"Namun dari 10 tempat yang kami pasang, 3 tempat sering mematikan alat tersebut, ini kami ketahui dari pantauan kami selama alat itu sudah dipasang," kata Yanwardi, Senin (20/8/2018).

Yanwardi mengungkapkan tiga tempat tersebut disinyalir kerap berlaku curang dengan kerap mematikan alat tapping box di jam-jam sibuk.

Dia pun meminta hotel atau tempat usaha lainnya tidak melakukan hal buruk seperti itu. "Dengan Tapping box ini data kami lebih akurat dan real, terlihatan jelas, begitupun transaksinya langsung terkirim ke kami," kata dia.

Dia menegaskan siapapun mereka pelaku usaha yang berbuat curang seperti ini dapat dibawa ke jalur hukum. "Tentu berujung pidana," kata dia.

Saat ini pajak dari rumah makan atau restoran sudah mencapai 57 persen dari target yakni Rp60 miliar. Sedangkan untuk hotel sudah mencapai 62 persen dari target Rp42 miliar.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR