LAMPUNG memang sudah banyak diperbincangkan pada skala nasional, terutama sebagai tujuan kunjungan. Hal ini terlihat pada pesatnya peningkatan kunjungan ke Lampung. Media sosial ikut andil memunculkan Lampung dengan topik yang beragam. Banyak perusahaan menjadikan Lampung sebagai tempat pertemuan (gathering), baik kegiatan resmi kantor ataupun pertemuan santai sesama karyawan.

Dalam waktu dekat (April—Mei) setidaknya ada dua agenda dalam skala regional di Lampung, yaitu pertemuan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Sumatera dan rapat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) wilayah regional barat. Tentunya, kedua pertemuan itu akan dihadiri banyak peserta.



Acara saja sudah akan memberikan dampak pada aktivitas ekonomi, apalagi bila peserta kegiatan tersebut menambah aktivitas sampingan baik berupa kunjungan wisata maupun belanja oleh-oleh. Sebagaimana kita tahu pemilihan lokasi kegiatan biasanya sudah mempertimbangkan lokasi yang menarik sebagai kegiatan sampingan acara resmi. 

Bahkan, Pemerintah Provinsi Lampung sering mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berusaha mendapatkan kesempatan agar Lampung sebagai lokasi pertemuan baik skala regional maupun nasional. Belakangan ini kegairahan kunjungan ke Lampung memang ada. Untuk itu, harus ada kesan yang baik dan mendalam agar kunjungan tersebut berulang dan berdampak pada lebih banyak kunjungan karena tersebarnya kesan yang mendalam dari para pengunjung.

Komitmen Bersama

Bagaimana membangun kesan yang baik bagi pengunjung Lampung? Inilah tantangan kita bersama. Masyarakat harus menunjukkan sikap ramah dan santun dengan tidak membuang sampah sembarang, tidak berkendara dengan ugal-ugalan sehingga menimbulkan kemacetan dan kebisingan, dan ikut menjaga keamanan sehingga pengunjung merasa nyaman.

Dunia usaha menata tempat usahanya dengan indah dan bersih, memberikan pelayanan dengan ramah dan baik, dan tidak melakukan kecurangan dengan produk yang cacat dan tidak berkualitas. Pemerintah mengoordinasikan semua pihak untuk bekerja sama dan saling mendukung untuk kemajuan daerah, melakukan pengawasan dan pengendalian secara rutin sehingga mencegah munculnya ketidaknyamanan, serta menyediakan infrastruktur secara baik dan memadai.  

Kita harus membangun kesan yang kuat kepada pengunjung. Tempat-tempat penginapan, rumah makan, dan hiburan harusnya dapat menyajikan budaya daerah dengan menonjolkan desain khas seperti motif tapis, penampilan seni budaya Lampung, dan makanan khas daerah seperti kue tradisional.

Ini harus menjadi komitmen bersama. Mengapa? Karena hal ini tidak akan ditemui di daerah lain. Inilah nilai tambah yang akan menguatkan kesan atas Lampung. Sementara makanan dan hiburan yang sudah populer tetap tersajikan sesuai dengan selera dan kebutuhan pengunjung.

Perlu Sinergi

Kesan menjadi catatan khusus, tapi pesan juga tidak kalah penting. Artinya, Lampung harus membangun citra melalui berbagai kegiatan (exhibition, meeting, convention, etc). Kita harus banyak memberi kesan dan pesan. Dalam waktu dekat (18 Agustus 2018) ada agenda internasional yang besar di Indonesia, kebetulan yang menjadi tuan rumah adalah Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, yang keduanya dekat dengan Lampung. Akan banyak pengunjung baik atlet, pelatih, maupun pendukung dari negera-negara Asia.

Kunjungan resmi memang harus sukses, tapi agenda pribadi juga dapat menyertai. Tentu dengan datang ke Indonesia mereka juga berkesempatan menikmati Indonesia. Inilah momentumnya. Mereka harus tahu apa yang dapat dinikmati baik makanan, pemandangan/pendengaran, maupun suvenir.  

Artinya, Lampung harus dapat memberi pesan kepada calon pengunjung bahwa Lampung dekat dan dapat memberikan kesan mendalam tentang Indonesia. Tidak hanya menyajikan apa yang ada, tapi setidaknya dapat mempersiapkan atraksi pada waktu yang bersamaan. Atraksi ini tentu yang bersifat tradisional yang tidak ditemui ditempat lain disertai kombinasi atraksi yang bernuansa Asia. Ini menjadi sinergi semua pihak yang terkait dengan pariwisata. Di sinilah indahnya kebersamaan dan bermanfaatnya sinergi.

Sambut Pasar Potensial

Bahkan, ada kegiatan yang lebih dahsyat, yaitu pertemuan tahunan Bank Dunia (World Bank) dan International Monetary Fund (IMF) pada 8—14 Oktober 2018 di Bali. Kegiatan ini akan dihadiri 189 negara dengan peserta sekitar 15 ribu orang. Berbeda dengan pengunjung Asian Games, perhelatan ini akan dihadiri elite dunia baik dari kalangan pengusaha besar dunia maupun pejabat tinggi di bidang ekonomi dan keuangan (Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral) semua negara.

Mereka adalah pasar yang potensial untuk mengunjungi Lampung. Ini benar-benar luar biasa bila Lampung dapat menghadirkan peserta pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia (Annual Meetings WB and IMF). Lampung bisa bersinergi dengan panitia nasional yang juga sudah mencanangkan voyage to Indonesia sebagai optimalisasi manfaat acara tersebut.

Ada citra Lampung yang sudah mendunia, yaitu lada hitam dan damar mata kucing atau mungkin Gunung Krakatau dan sekolah gajah. Hal ini bisa menjadi titik masuk untuk mengomunikasi Lampung. Kawasan konservasi Tambling juga punya daya tarik tinggi bagi elite. Namun, apa yang harus kita buat sehingga mereka tertarik untuk singgah di Lampung di sela perhelatan penting tersebut.

Budi daya dan tradisi masyarakat mengelola kebun lada bisa menjadi pilihan, tapi harus dikemas dan dipersiapkan dengan memolesnya dengan atraksi seni. Begitu juga dengan damar mata kucing, bagaimana masyarakat bahkan ibu-ibu ikut memanjat mengambil getah damar. Krakatau dapat menyajikan bagaimana proses tumbuh dan berkembangnya tanaman dan hewan setelah hangus akibat letusannya. Sekolah gajah juga menarik dengan menampilkan proses pelatihan gajah agar bersahabat dan memiliki kecakapan. Tidak harus masing-masing, bisa dikombinasikan dalam tata acara yang menarik.     

Kita kaya potensi. Masalahnya, bagaimana agar berdaya guna. Kita kaya ide. Masalahnya, bagaimana agar terwujud dalam berbagai bentuk yang menarik dan gerak yang memukau. Kebersamaan dan sinergi adalah metodenya. Inisiatif, kesungguhan, dan komitmen adalah modalnya. Ayo berbuat untuk Lampung maju dan sejahtera!

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR