LEDAKAN keras memekakkan telinga warga Jalan Bung Tomo, Kelurahan Gedongair, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Minggu (24/9/2017). Ledakan diduga bom itu berasal dari rumah milik Mustafa Jailani, yang berjarak 50 meter dari Mapolsekta Tanjungkarang Barat. Beruntung, peristiwa itu tidak memakan korban jiwa.
Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo memerinci barang bukti yang disita, antara lain arang bakar, urea, serbuk sulfur, timbangan digital, alkohol, potasium, bungkusan, dan detonator. Dari TKP, disita pula buku tentang jihad. Usai kejadian itu, Kapolda meminta warga tetap tenang.
Selain kerusakan fisik, ledakan biasanya menyisakan rasa takut di tengah masyarakat. Apakah ketakutan dan kekhawatiran itu perlu? Tentu tidak. Tim Densus 88, Forensik Mabes Polri, intelijen, serta personel Polda Lampung akan mengungkap kasus ini. Aparat pasti sudah menyusun strategi untuk mengantisipasi kejadian serupa berulang.
Namun tidak takut saja belumlah cukup. Berkaca dari peristiwa itu, ada pelajaran berharga yang patut dipetik, yakni pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Berdasar pengakuan, tetangga bahkan tidak mengenali wajah istri tersangka Mustafa Jailani. Selain bercadar, keluarga itu jarang berinteraksi dengan tetangga. Meski tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, ciri keluarga tersangka mirip dengan pelaku teror di daerah lain, seperti di Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Untuk menjaga Lampung aman, masyarakat harus punya satu gaya hidup yang seragam. Gaya kepedulian. Peduli pada keamanan dan ketenangan daerah, yang berimbas pada stabilitas nasional.
Sebarkan virus kepedulian. Perhatikan sekeliling. Jika ada yang mencurigakan, aparat keamanan membuka pintu 24 jam bagi warga untuk lapor. Jangan segan melaporkan kejanggalan sekecil apa pun.
Jumlah personel TNI/Polri terbatas. Peran aktif masyarakat amat diperlukan untuk menjaga Lampung tetap aman dan damai.
Dibanding provinsi lainnya, daerah ini relatif lebih tenang. Sungguh nyaman hidup di Tanah Lado yang minim radikalisme. Mari tunjukkan cintamu pada Bumi Ruwa Jurai dengan menebar virus kepedulian. Sebab, menjaga keamanan daerah bukan hanya tanggung jawab aparat TNI/Polri, melainkan masyarakatnya juga.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR