BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dari hasil pemeriksaan tim Kejaksaan Tinggi Lampung terhadap Sugiharto Wiharjo alias Alay, terpidana 18 tahun penjara itu tidak mengakui jika selama dia menjadi DPO pernah berkomunikasi dengan buronan lainya terutama Satono (DPO) yang tengah dicari Kejaksaan Indonesia saat ini.

Kajati Lampung Susilo Yustinus melalui Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung Andi Suharlis mengatakan, tidak ada pengakuan Alay kepihak Kejaksaan jika selama dia buron berkomunikasi dengan Satono.



Meski terpidana Alay tidak mengakui hal tersebut, Kejati Lampung untuk saat ini telah menyita alat komunikasi dari terpdana untuk membuktikan kebenaran ucapan Alay, "Ga ada katanya komunikasi dengan buronan lain, tapi hp dia kita kloning saat ini," kata mantan Jaksa KPK ini, Senin (11/2/2019).

Ditanaya soal pemindahan Alay yang diajukan  pihak LP raja Basa Ke Sukamiskin apakah Kejati sudah tahu,? Andi mengatakan sejauh ini belum ada pernyataan tertulis dari LP Rajabasa, namun informasi itu telah diterima melalui pemberitaan di media masa. "Secara formal belu tahu, tapi info terbuka dari media kami sudah baca," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR