SEBUAH studi yang dilakukan Florida State University menemukan bahwa sinyal usus ke otak memberikan pengaruh kuat pada emosi, suasana hati, dan pengambilan keputusan. Saraf membawa pesan dari otak ke tubuh serta pesan yang digambarkan sebagai "firasat" ini mendorong kita untuk mengevaluasi situasi atau menghindarinya sama sekali.

Peneliti menyebutkan usus dan otak secara konstan berkomunikasi melalui saraf vagus dan mengirim lebih banyak sinyal ke otak daripada sistem organ lainnya di dalam tubuh. Sinyal-sinyal dari saluran pencernaan ini dapat bekerja sebagai pemberi peringatan yang benar-benar menghentikan kita untuk membuat kesalahan.



Demikian pula, data tersebut juga mengungkapkan pola makan dapat berdampak besar pada kualitas sinyal usus dan ini kadang-kadang dapat menyebabkan perubahan suasana hati atau perilaku. Namun, bagaimana proses kerja itu masih menjadi bahan penelitian hingga kini. (MI/R4)

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR