LIWA (Lampost.co) -- Uskup Tanjungkarang Yohanes Harun Yuwono, menekankan agar seluruh umat Katolik bersama menjaga persaudaraan, kerukunan dan ketertiban ditengah masyarakat, Sabtu 7 September 2029.

Uskup juga mengajak seluruh umatnya untuk melaksanakan dan menjaga ajaran agama yang sudah diimani, melaksanakan kasih dan persaudaraan antar sesama. Karena itu, tidak diperkenankan satupun dari umat Katolik melakukan kejahatan dan jangan satupun umat Katolik ada yang merendahkan orang lain.



"Jika ada yang melakukan kejahatan kurung saja, tidak ada yang dibeda-bedakan," kata dia didepan umatnya dan undangan lainya dalam kegiatan peresmian gedung gereja Katolik Liwa.

Ia juga menjelaskan, bahwa kita ini semua walaupun dari berbagai suku dan agama yang berbeda tetapi adalah satu dalam NKRI. Kita bersaudara karena telah dipersatukan dalam ikatan Benika Tunggal Ika yaitu Pancasila.NKRI adalah harga mati dan Pancasila sebagai dasarnya karena itu sampai matipun kita wajib mempertahankanya.

Ia juga memuji bahwa kondisi pembangunan terutama jalan di Lampung Barat hingga Pesisir Barat saat ini sudah mulus jika dibandingkan beberapa tahun lalu. Ini patut disyukuri dan dijaga.

Sementara itu, bupati Lambar Parosil Mabsus, menyampaikan kegiatan peresmian gereja Katolik ini merupakan salahsatu ajang silahturahmi pihaknya dengan masyarakat.

Ia menambahkan, rumah ibadah, baik itu Katolik maupun agama lainya ini adalah didirikan oleh berbagai macam suku. Namun yang perlu dilakukan kedepanya adalah tentang bagaimana memelihara agar antar sesamanya tetap rukun.

Ia berharap, agar rumah ibadah yang telah dibangun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai wadah untuk melaksanakan kegiatan ibadah maupun kegiatan pendidikan spiritualnya untuk meningkatkan akhlak dan nilai keimanan.

Parosil juga mengaku, banyak ragam suku budaya. Umat Katolik yang sebagian besar berasal dari Sumatera Utara tentunya juga membawa budaya khas seperti tari tor-tor yang juga pantas untuk dikembangkan untuk menambah kekayaan budaya daerah.

Karena itu, ia bangga dengan tari tor-tor yang telah diberikan saat menyambut kedatangan rombonganya itu.

"Saat disambut dengan tari tor-tor, saya pun merasa bahwa ada ikatan persaudaraan," kata Parosil.

Ia menambahkan, selain tari tor-tor saat menyambut kedatanganya, dalam rangkaian kegiatan ini juga ditampilkan atraksi seni nyambai dan cerita rakyat Lampung. Ini semua merupakan salahsatu wujud cinta untuk mengembangkan budaya daerah.

Parosil juga berpesan, agar semua pihak dapat menjaga dan mempertahankan situasi Lambar yang kondusif ini. Kekondusifan ini tanpa atas upaya masyarakat sendiri maka mustahil bisa terwujud.

Karena itu ia mengajak semua masyarakat untuk turut mendukung tugas Polri dan TNI dalam menjaga Kamtibmas. Kemudian jangan mudah terpropokasi dengan berita-berita hoax yang belum tentu benar yang sering muncul di media sosial.

Ia mengimbau agar setiap informasi yang masuk tentang keluarga dan lainya agar berhati-hati dan dicek kebenaranya terlebih dulu. Tidak diperkenankan ada orang yang menghina agama lain. Tidak diperbolehkan ada orang yang merendahkan martabat orang lain.

Sementara itu, Paroki Bonivantura Yulianus Lelo, menyampaikan bahwa gereja Katolik juga bergerak dan mendukung setiap program pemerintah. Salahsatunya telah membuat sarana literasi.

Kemudian menggiatkan wisata dengan cara membangun goa Maria di Sekincau. Lalu sebagai rasa kebersamaan dengan masyarakat, pihaknya juga telah membangun lapangan badminton yang dapat dijadikan sebagai sarana olahraga bagi masyarakat.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR