BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Penyakit syaraf kejepit atau gangguan sistem syaraf menjadi salah satu penyakit paling banyak dikeluhkan hampir 60% pasien syaraf datang dengan berbagai macam keluhan. Penyakit syaraf kejepit juga menjadi penyakit yang sulit disembuhkan. Awet dan menahun.
Dokter spesialis Syaraf di Rumah sakit umum Daerah Abdoel Moeloek (RSDAM) Zam Zanariah mengatakan bahwa, syaraf kejepit ketika terjadi kompresi atau penekanan pada sistem syaraf, bisa  terjadi diberbagai lokasi, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Penyakit syaraf kejepit paling banyak terjadi pada tulang belakang yang disebut dengan radikolopati atau jepitan akar syaraf yang muncul dari leher sampai dengan tulang ekor. 
"Jadi syaraf kejepit ada akar, dan ada batang. Syaraf kejepit pada akar syaraf, biasanya dari leher menuju ke ekor," kata Zam di kediamanya belum lama ini.
Kemudian dari batang syaraf keluar akar-akar seperti ke tangan, punggung, dada, perut, pinggang hingga ke kaki. Disitulah biasanya terjadi putaran syaraf kejepit. Apabila syaraf kejepit muncul disitu, maka yang dicurigai adalah gejalanya, atau sebaliknya syaraf kejepit yang dicurigai jepitan syarafnya.
"Jepitan syarat di leher bisa akar, dan bisa batang. Kalau akar yang kejepit gejalanya dari pinggang, jepitan menjalar dari leher ke tangan, kaki diikuti dengan ba'al, kesemutan, nyeri, panas, ketarik sepanjang akar syaraf."
"Ketika menyerang batang syaraf gejalanya juga sama, nyeri syaraf muncul seperti baal keram, tebel,  semutan,  nyerinya seperti ngiket diperut, kalau jepitan di tulang belakang gejalanya sama tapi menjalar ke kaki," kata dia.
Apabila batang syaraf yang kejepit, pasien bisa terjadi kelumpuhan, baik dikedua tangan dan kaki.  Apabila batang murni yang terjepit pasien  bisa terjadi kelumpuhan, tidak bisa buang air besar (BAB), buang air kecil , sehingga betul-betul mati rasa.
Menurutnya, syaraf kejepit disebabkan oleh banyak hal, seperti tumor yamg tumbuh di dasar syaraf, tulang pecah, cidera,  patah tulang leher, infeksi, hingga kelainan bawaan.
"Jadi ada penyebab kenapa syaraf kejepit, tidak serta merta kejepit. Misalnya cidera patah tulang leher, akar atau batang kejepit. Kemudian pada kelainan bawaan tulang tidak tumbuh dengan sempurna, syaraf pada bagian belakang tidak menutup," ujar Zam yang juga ketua Komunitas Sadar Kesehatan (KSK).
Usia paling rentan terkena resiko syaraf kejepit adalah usia lanjut, akam tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa usia muda juga terkena penyakit ini. Kasus paling banyak yang menyerang syaraf kejepit diantaranya tulang pecah, dan tb paru yang kemudian lari ke tb tulang.
"Usia berapapun bisa terkena, tergantung gejalanya, cidera bisa usia siapapun, tumor bisa usia berapapun. Paling banyak pasien syaraf kejepit karena tb dari paru-paru kemudian lari ke tulang," ujar Zam.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR