BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sidang putusan kasus pembunuhan yang dilakukan Yusuf Sukarji (61) dan Gidion Dwi Kurniawan (30) warga Dusun II Kebagusan Kampung Bumiratu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, nyaris diwarnai kericuhan. Pasalnya puluhan massa dari keluarga korban dan terdakwa datang ke Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang untuk menyaksikan jalannya persidangan, Kamis (14/3/2019).

Pantauan Lampost.co, usai majelis hakim membacakan putusan. Keluarga korban tidak terima dengan putusan terhadap keduanya. Saat penasehat hukum terdakwa memberi keterangan terhadap pewarta yang kesehariannya meliput di pengadilan, keluarga korban bersuara dengan keras pihaknya siap mengganti segala kerugian asalkan korban dihidupkan lagi. Pengacara terdakwa sontak mengeluarkan nada keras dengan berkata," bapak diam dulu saya masih wawancara," kata Hanafi.



Hingga pukul 14.20 wib, puluhan massa yang datang ke Pengadilan Tanjungkarang masih berkumpul di depan kantor pengadilan. Beruntung bentrok puluhan massa tidak terjadi karena anggota polisi bersenjata lengkap mengawal jalanya persidangan hingga masa membubarkan diri.

Kedua terdakwa yang merupakan bapak dan anak yang menghabisi nyawa korban atas nama Alwi. Kedua terdakwa yakni Yusuf Sukarji divonis majelis hakim dengan pidana penjara selama 7 tahun. Sementara anaknya, Gidion Dwi Kurniawan divonis 3 tahun penjara.

Usai sidang Hanafi Sampurna mengatakan pihaknya tidak terima atas putusan yang dibacakan majelis hakim terhadap dua kliennya dengan alasan kedua terdakwa melakukan pembunuhan karena melakukan pembelaan.

Disisi lain Taufik Paman korban juga menyatakan hal yang sama, menurut Taufik pihaknya siap mengganti segala kerugian yang telah diperbuat asalkan nyawa keponakanya dikembalikan seperti semula. "Mereka bilang keluarga terdakwa mengungsi. Kami ganti asal nyawanya dikembalikan seperti semula," kata Taufik usai sidang.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR