BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kasus pengeroyokan di lokasi kuliner Geprek Bensu, Kedaton,  Bandar Lampung  yang terjadi pada Jumat (10/8/2018) sore akhirnya berakhir dengan perdamaian di Polresta Bandar Lampung Sabtu (11/8/2018).

Sebelumnya dua orang yang terlibat perkelahian massal yakni Lutfi dan Alvin saling melaporkan kasus pemukulan yang diklaim diderita keduanya ke Polresta Bandar Lampung. 



Ketua Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online Lampung (GASPOOL) Miftahul Huda mengatakan setelah melalui mediasi di polresta Bandar Lampung keduanya sepakat berdamai. "Ya setelah saling melapor dan diusut fakta yang sebenarnya maka para pihak terkait bersepakat untuk berdamai dengan catatan semua biaya perkara dan pengobatan ditanggung oleh Geprek Bensu Kedaton," kata pria yang akrab disapa Iif itu.

Hal ini dikarenakan kedua belah pihak menyadari bahwa apabila terus dibawa ke ranah hukum maka semua pihak yang terlibat saling serang akan diproses seluruhnya dalam 2 kasus yang berbeda dan saling melaporkan.

Perdamaian yang difasilitasi Polresta Bandar Lampung dihadiri oleh keluarga para pihak yang bertikai, kepolisian, Manajemen Geprek Bensu Kedaton, Manajemen Geprek Bensu Pusat, Satgas Gojek, Perwakilan GASPOOL dan DPD TEKAB Lampung. "Dengan perdamaian ini diharapkan para pihak dapat menahan diri dan menghormati kesepakatan yang telah dibuat," ujar Iif. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR