LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 7 December
8348
Kategori Kriminal
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Usai Bekuk Toto Ledeng, Polda Terus Buru Sisa Komplotan Wagino
Dirreskrimum Polda Lampung, Komisaris Besar Heri Sumarji. (Dok. Lampost.co)

Usai Bekuk Toto Ledeng, Polda Terus Buru Sisa Komplotan Wagino

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polda Lampung terus melakukan penangkapan terhadap komplotan gembong spesialis perampokan yang sudah malang melintang lebih dari 10 tahun, yakni Wagino CS.

Usai menangkap salah satu komplotannya yakni Suparyanto (38) alias Toto Ledeng, alias Mbah Jimat Warga Metro di Desa Pasir Gunung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Rabu (29/11) lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Kini Subdit III Ditreskrimum Polda Lampung masih memburu satu orang komplotan Wagino yang terakhir yakni Kastoriono alias Ujang (37), yang masih diidentifikasi keberadaannya.

Untuk diketahui kelompok Wagino CS total ada 18 orang, komplotan rampok yang beraksi sejak 2006 ini, 11 orang telah meninggal dunia termasuk Wagino, 6 sudah ditangkap, dan satu masih melarikan diri.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Heri Sumarji mengatakan, Kastoriono masih dalam upaya pengejeran oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung. Sedangkan Toto Ledeng berhasil ditangkap usai dilakukan pengintaian, dengan mentracking keberadaannya, dan di ia ternyata mengontrak di Depok.

"Toto Ledeng kita amankan dirumahnya, usai petugas mengetahui titik pasti keberadaannya, si K (red, Kastoriono), masih kita cari keberadaannya, tapi komplotan spesialis dobrak rumah ini memang tercerai berai, semenjak Wagino tertangkap, dan banyak yang berpencar," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (7/12/2017).

Hasil Identifikasi Toto bersama Wagino dan rekan-rekanya, sudah 29 kali melakukan aksi pencurian yang terdata berdasarkan laporan yang masuk sejal 2006, hingga terakhir 2012. Dimana Toto Ledeng beraksi pada 2012, di Metro Kibang, Lampung Timur. Sebanyak 29 LP tersebut hanya ada di Provinsi Lampung, untuk itu masih diselidiki juga apakah mereka pernah beraksi di Pulau Jawa.

"Kalau dia komplotan perampokan di Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Tengah, belum mengarah kesana, tapi masih kami dalami," kata mantan Kapolres Bandara Soekarno Hatta itu.

Barang bukti yang diamankan yakni satu unit HP merk Nokia warna biru beserta Sim Card, yang terdeteksi oleh Polda, dam empat pucuk senjata api rakitan beserta amunisi milik komplotan Wagino yang dipakai saat beraksi.

"Peran Toto Ledeng ini eksekutor, menodong korban dengan senjata api," katanya.

Sementara Toto Ledeng berdalih dirinya sudah pensiun sebagai rampok, dalam pelariannya ia sempat menikah lagi memiliki satu orang anak berumur lima tahun, istri dalam keadaan hamil dua bulan. Ia juga berpindah-pindah tempat, di Yogyakarta berdagang kerajinan tangan selama tiga tahun, di Bandung bekerja di home industri selama setahun, dan terakhir berdagang buah di Depok sebelum ditangkap.

"Saya udah berenti mas, udah dari 2012 sekarang dagang aja, dan enggak pernah rampok lagi, saya juga kalau berperan bukan eksekutor, tapi mengintai kondisi luar, saya juga sudah kapok dan enggak mau lagi," katanya di Mapolda Lampung.

Ia juga mengaku setiap beraksi rampok 'cuma' dapat jatah Rp1-2 juta yang dipakainya untuk membiayai kehidupan keluarga. Pria asal Metro ini pernah beraksi dikampung sendiri pada 2012. Hasilnya Rp250 juta yang dibagi enam termasuk tersangka

"Jaman dulu inceran kami bos-bos gitu, kayak bos jagung, bos karet, tapi sekarang sudah taubat, hidup saya susah," kata pria bertato itu.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv