BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Diduga karena dendam, ayah tiga anak, Panji, warga Gang Dahlia 5 Desa Natar, Lampung Selatan, menganiaya Irfan Wahyudi (19), tetangganya sendiri pada Senin (2/7).

Penganiayaan itu terjadi di salah satu rumah kosong di Perum Pesona, Natar, sekitar pukul 14.30. Akibat penganiayaan itu, Irfan dilarikan ke Rumah Sakit Advent, Bandar Lampung.
Menurut paman korban, penganiayaan itu terjadi saat Irfan usai mengusung jagung dari rumahnya ke bawah flyover, Natar, untuk dijual. Saat itu Irfan mengendarai sepeda motor berboncengan dengan adik sepupunya, Riko. Usai meletakkan jagung, dan hendak bergegas pulang, tiba tiba datang terlapor yaitu Panji mengejar Irfan dengan sepeda motor dan memintanya berhenti. Belum sempat turun dari sepeda motor, ujar paman korban, mendadak panji memukul Irfan. Kemudian Irfan menyuruh Riko pulang membawa sepeda motor. Saat itu Irfah dipukul dan diseret ke dalam rumah kosong di Perum Pesona. Irfan berusaha menghindari pukulan dan tidak mampu melawan. Sampai di rumah kosong, pipi Irfan dihantam menggunakan paving blok berulang ulang. Tak puas hanya sampai disitu, Panji lalu meneriaki korban dengan kata kata maling. Tak lama bereselang datang beberapa orang yang menduga Irfan maling pun mendekat. Irfan mengatakan dirinya bukan maling sambil menunjukkan rumahnya. Akhirnya orang yang mendekat pun pergi. "Untungnya keponakan saya langsung menunjukkan itu rumahnya, jadi tidak ada orang lain yang memukulinya," ujar paman Irfan di Lampung Post, Rabu (4/7/2018), sekitar pukul 20.00.



Dengan membabibuta, lanjutnya, Panji merampas dompet Irfan dan sebuah ponsel. Mendengar anak lelakinya dipukuli Panji, Ernawati (ibu Irfan, red) datang ke Perum Pesona. Panji langsung melemparkan dompet korban ke arah Ernawati. Kemudian datang lagi kerabat Irfan lainnya dan akhirnya Panji kabur. Setelah Panji melarikan diri, korban bersama ibu dan keluarganya melaporkan kejadian itu ke Polsek Natar. 
Usai membuat laporan polisi, Irfan dilarikan di Rumah Sakit Advent itu mengobati rahangnya yang membengkak akibat pukulan dan diinjak injak.
Roni, paman Irfan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Rabu (4/7/2018) petang, ibu dan ayah Panji dengan ke rumahnya, bermaksud ingin berdamai atas penganiayaan terhadap Irfan, dengan dalih masih ada hubungan keluarga. Namun Roni menolak karena kasus itu telah dilaporkan ke Polsek Natar. "Ya kalau memang saudara tidak seperti itu caranya kalau ada perselisihan dibicarakan. Ini kan sudah berniat membuat keponakan saya luka luka dan babak belur. Meminta damai itu sangat mudah, cukup keluar omongan dari bibir saja," ujar Roni.
Kapolsek Natar Kompol Rosef Efendi saat dikonfirmasi mengatakan, kasus penganiayaan dengan terlapor Panji masih dalam penyelidikan dan petugas sudah dua malam mencari terlapor Panji. "Kami masih lidik ya, sudah dua malam ini mencari cari terlapor," ujar Kompol Rosef. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR