GAJI atau upah merupakan hak pegawai atau karyawan yang menjadi kewajiban oragnisasi pemberi kerjaan. Namun jika organisasi militer yang lalai membayar gaji??

Na...aga layau de ana. Khepa tentera no aga mengan (Nah...bakal kacau itu. Bagaimana para prajurit itu makan).



Namun hal itu terjadi di Somalia. Sejumlah pasukan keamanan negara di Afrika itu telah meninggalkan pangkalan mereka. Hal itu sebagai protes karena gaji mereka belum dibayar selama beberapa bulan. Alhasil pemberontak As-Shabaab bergerak merebut sejumlah kota.

Seperti dilansir kantor berita Somalia SONNA, pemerintahan di sana bergantung dukungan militer dan pasukan pemelihara perdamaian AMISOM. Sudah empat bulan tentara di sana tak menerima gaji.

Aga kalah de kuti, kik pekhjukhit no mulang. Mak dak sai ngejaga, wat-wat gawoh (Bakal kalah kalian, kalau prajurit pulang. Tidak ada lagi yang menjaga negara, ada-ada saja). 

Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Kheire mengatakan kepada kantor berita pemerintah SONNA pada Selasa bahwa hanya prajurit tak terdaftar yang tak dibayar.

"Silakan para komandan mendaftar prajurit yang belum terima gaji. Setelah itu, silakan para komandan meminta gaji kepada saya," kata dia.

Tanda-tanda akan mundur atau beberapa bentuk kelemahan dari militer Somalia berpotensi jadi dorongan bagi As-Shabaab. Kelompok itu ingin mengusir AMISOM dari Somalia, menggulingkan pemerintahan pusatnya dan memberlakukan syariah.

Kelompok tersebut dipukul mundur dari Mogadishu tahun 2011 dan sejak itu terdesak dari sebagian besar benteng-bentengnya yang lain di seluruh Somalia. Namun, keberadaannya masih merupakan ancaman. Para pejuangnya melancarkan pengeboman di Somalia dan di wilayah lain.

Sejumlah warga di Kota Balad, Shabelle Tengah, 30 km ke sebelah utara Mogadishu, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat puluhan kendaraan militer meninggalkan pangkalan-pangkalan.

Penjaga toko Mohamed Omar mengatakan ia telah menghitung lebih 20 kendaraan militer, beberapa dengan senjata-senjata antipesawat dan mortir sedangkan yang lain membawa tentara, meninggalkan pangkalan-pangkalan itu. "Beberapa (kendaraan) masih di sini, yang lain berangkat menuju Mogadishu," kata dia.

Hasan Nur, yang sudah lanjut usia, di Kota Balad mengatakan dia takut keberangkatan tentara itu akan mengundang petempur As-Shabaab. "Sudah ada ketakutan As-Shabaab mungkin menguasai banyak kota. Ini terjadi jika tentara meninggalkan pangkalan-pangkalan di garis depan," katanya.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR