KALIANDA (Lampost.co) -- Untuk mengurai kemacetan kendaraan arus balik dari  Pulau Sumatera menyeberang ke Pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni makin parah. Akhirnya PT ASDP cabang Bakauheni membuka layanan loket tiket tunai bagi kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni.

"Mulai pukul 8 malam ini, layanan nontunai kami ubah menjadi tunai, untuk mempercepat pengguna jasa yang menggunakan kendaraan pribadi mendapatkan tiket," kata General manager PT ASDP cabang Bakauheni, Hasan Lessy kepada Lampost.co, Sabtu (8/6/2019) malam.



Perubahan tiket menjadi tunai ini, ujarnya setelah mendapat masukan dan saran dari dinas/instansi terkait antrean kendaraan roda empat yang semakin panjang.

"Untuk sementara layanan eksekutif ditutup," imbuhnya.

 Pantauan Lampost.co hingga Sabtu (8/6/2019) malam, antrean panjang kendaraan roda empat dari arah Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni mencapai 7km di ruas jalinsum, lintas timur dan jalan tol trans sumatera (JTTS) mulai terurai setelah azan magrib.

Namun volume kendaraan tujuan pelabuhan bakauheni terus mengalir padat, kemacetan panjang kembali terurai.
Salah satu pemudik yang menggunakan mobil Daihatsu Terrios  Firman (35) mengaku memaklumi kondisi saat ini.
"Antrean panjang ini memang sudah biasa saya alami saat mudik. Inikan momen tahunan, jadi sudah biasa saja. Tadi dapat tiket kurang lebih dua jam srelah terjebak kemacetan diluar tolgate pelabuhan," ucapnya.

Kemacetan panjang kendaraan pemudik arus balik ini bermula dari sistem elektronik 
Di pintu tol loket tiket kendaraan Pelabuhan Bakauheni yang lamban.
Selain itu, disebabkan oleh pemudik kendaraan pribadi yang belum mempunyai kartu uang elektronik dengan saldo yang cukup, sehingga menghambat kelancaran diiloket pembayaran tiket kendaraan.

Untuk mengurai kemacetan panjang kendaraan pribadi, Polres Lampung Selatan memberlakukan siatem buka tutup di gerbang tol Hatta, kecamatan Bakauheni. Di sisi lain, arus balik sepeda motor pemudik terpantau ramai lancar. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR