KALIANDA (Lampost.co) -- Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pendidikan Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, Kartini, membantah adanya tudingan dugaan penyetoran uang Rp30 juta untuk menjadi kepala sekolah dasar (SD) dan mutasi kepala sekolah yang mengatasnamakan dirinya dan UPTD Pendidikan setempat.
Menurut Kartini, informasi adanya dugaan bahwa dirinya meminta setoran uang tersebut tidaklah benar dan hanya fitnah yang ingin menjatuhkan nama baiknya. "Alhamdulillah kalau seperti itu, mudah-mudahan ini menjadi amal baik saya. Jujur, saya tidak pernah meminta setoran untuk menjadi kepala sekolah dengan uang sebesar itu. Itu fitnah dan ingin menjatuhkan saya saja,"katanya saat dihubungi Lampost.co, Jumat (29/9/2017).
Dia menambahkan jika memang dirinya meminta setoran untuk menjadi kepala sekolah dengan biaya tersebut, dirinya berharap yang memberikan informasi tersebut bisa memberikan bukti yang jelas dan tidak mengada-ada."Kalaupun memang ada buktinya, silakan laporkan saja saya. Tetapi saya tidak pernah melakukan hal itu, apalagi sampai meminta setoran uang sebesar itu. Sekali lagi ini hanya fitnah dan ingin menjatuhkan saya dengan mengatasnamakan saya dan UPTD Pendidikan saja," katanya.
Sementara itu, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Jatiagung, Amirsyah juga membenarkan informasi tersebut. Ia menilai berita itu sengaja disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Saya berani bersumpah itu hanya fitnah yang ingin menjatuhkan UPTD Pendidikan Jatiagung. Apalagi uang itu dikumpulkan melalui K3S dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Jatiagung, ini tidaklah benar. Kalaupun memang informasi itu benar, silakan dibuktikan," katanya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR