KALIANDA (Lampost.co)  --  Akibat kemarau berkepanjangan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Holtikultura kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menyatakan hasil panen padi musim gadu tahun 2018 ini anjlok sekitar 20% dibandingkan musim gadu tahun 2017 lalu.

Kepala Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kecamatan Ketapang Herlan Effendi mengatakan dari 1287,5 hektare (ha) tanaman padi, hanya seluas 529 ha tanaman yang sudah panen. Sedangkan, sekitar 205 ha sudah pasti gagal panen dan seluas 553,5 ha saat ini kondisi tanaman masih kekeringan ringan.



“Jika dalam waktu dekat ini tidak turun hujan, ada harapan lahan seluas 553,5 ha itu bisa panen walau hasilnya merosot,“ kata Herlan kepada Lampost.co, Rabu (12/9/2018).

Meski dilanda kemarau panjang, ujar dia, hasil panen padi masih lumayan bagus dengan produksi rata-rata sekitar 3,7 - 6,25 ton per ha. “Bahkan di Desa Sumur yang dialiri irigasi, hasil panennya mencapai 7,1 ton per ha,“ ucapnya.

Namun sayang, saat kondisi seperti ini masih minim petani yang mendaftarkan tanaman padinya ke program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Padahal, ujar Herlan, dengan mengikuti program tersebut, petani yang mengalami gagal panen bisa mendapatkan uang ganti rugi Rp6 juta per ha.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR