BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Upaya meningkatkan populasi sapi dan kerbau di Lampung telah dilakukan dan membuahkan hasil. Kepala Disbunak Lampung Dessy Desmaniar Romas, melalui Kepala Bidang Peternakan Disbunak Lampung Lili Mawarti, mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan populasi ternak, yakni sapi sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat melalui upaya khusus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab).
Beberapa pencapaian target upsus siwab, di antaranya akseptor yang melebihi target yang ditetapkan, yakni 190.889 ekor dan mampu melampaui sebanyak 191.390 ekor atau 100,26%. Akseptor merupakan sapi yang memenuhi syarat untuk dilakukan inseminasi buatan dengan kriteria betina produktif dan sehat. "Persentase capaian target secara nasional Lampung selalu masuk lima besar," kata Lili kepada lampost.co, Rabu (15/11/2017).
Ia menambahkan target kebuntingan sapi dan kerbau sebanyak 152.711 ekor yang hingga saat masih sudah mencapai 54% dengan tren yang selalu naik meski perlahan. Menurutnya, adanya dukungan dari APBD pemerintah daerah maupun provinsi, tentunya akan mempercepat proses upsus siwab. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan yaitu melayani inseminasi buatan seperti N2 cair, plastik sheet, plastik glove, dan container untuk mengisi N2 cair untuk mendukung penyimpanan mani beku atau straw sehingga mani beku tetap dalam kondisi baik.
"Untuk ketersediaan mani beku sudah sangat cukup dari target, mani beku sebanyak 232 ribu dosis tahun ini, tapi dibutuhkan N2 cair untuk menyimpan mani beku," ujarnya.
Dalam upsus siwab 2017, pemerintah bersama melakukan berbagai upaya pemulihan atas berbagai kendala, seperti ketersediaan lahan dan pakan, menurunnya gangguan reproduksi, ketersediaan N2 cair, ketersediaan semen beku tenaga inseminator yang kompeten, dan penyelamatan betina produktif. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR