BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Universitas Lampung (Unila) `lepas tangan` terhadap nasib 17 mahasiswa yang manjadi panitia pendidikan dasar (diksar) UKM Cakrawala. Kampus tak bisa berbuat apa-apa lantaran kasus ini menyangkut pelanggaran hukum.

Wakil Rektor III Unila Aom Karomani menyerahkan sepenuhnya kasus diksar yang merenggut nyawa Aga Trias Tahta kepada kepolisian. Menurut Aom, dugaan pelanggaran pidana pada kasus ini wilayah aparat hukum.



Baca juga: 17 Panitia Diksar Maut Unila Jadi Tersangka

"Kita tidak akan ikut campur," kata Aom kepada Lampost.co via WhatsApp, Rabu 9 Oktober 2019.

Aom mengatakan, Unila hanya berwenang pada aspek akademik dan etik. Sanksi akademik terhadap 17 anggota Cakrawala belum diputuskan. Semua tergantung seberapa berat pelanggaran yang mereka lakukan.

Sebanyak 17 anggota UKM Cakrawala ditetapkan menjadi tersangka kasus kematian Aga. Mereka diduga melakukan pengeroyokan dan lalai sehingga menghilangkan nyawa seseorang. Mereka akan dikenakan Pasal 170 atau Pasal 351 dan Pasal 359 atau Pasal 360 KUHP.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR