BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Universitas Lampung (Unila) menggandeng Komisi Informasi (KI) Republik Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dalam kegiatan sosialisasi keterbukaan informasi publik di lantai II gedung rektorat kampus setempat, Kamis (29/3/2018).

Hadir pada sosialisasi tersebut yakni para pejabat utama rektorat, seluruh dekan dan wakil dekan, serta civitas akademika Unila. Didaulat sebagai nara sumber dalam sosialisasi itu yakni Wakil Ketua Komisi Informasi RI Gede Naraya Sunarkha dan Kepala Bagian Komunikasi Publik Kemenristek Dikti Munawir Razak.



Rektor Unila, Hasriadi Mat Akin mengatakan Unila sebagai institusi pemerintah yang diatur dalam undang-undang mempunyai tanggung jawab memberikan informasi kepada publik. Menurut dia, informasi publik saat ini sudah menjadi kebutuhan setiap warga negara untuk mengetahui informasi apa saja terkait aktivitas warga negara.

"Informasi publik juga merupakan suatu alat dalam membangun elektabilitas penyelenggara negara. Unila sebagai institusi pemerintah dalam mewujudkan demokrasi, harus ikut membangun informasi publik sehingga hak publik dapat dipenuhi," kata Hasriadi.

Tetapi menurut dia, tidak semua informasi dapat dipublikasikan untuk diketahui semua orang seperti terkait dengan kerahasian negara. Karena menurutnya, informasi yang bersifat rahasia negara hanya boleh diketahui oleh pihak-pihak tertentu dan stakeholder.

"Kami sebagai administrasi penyelenggara pendidikan tetap berupaya memberikan informasi yang menjadi hak masyarakat. Tetapi, seperti dokumen rahasia negara, tidak semuanya dapat diberikan agar informasinya tidak kebablasan," ujar dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR