BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir meminta perguruan tinggi di Indonesia mencatat akun media sosial milik mahasiswa baru, sebagai upaya menyikapi praktik radikalisme di dalam kampus. 

Langkah tersebut mendapat respon positif dan dukungan dari Rektor Universitas Lampung, Hasriadi Mat Akin. Menurut Hasriadi, untuk mencegah upaya gerakan radikalisme di dalam kampus salah satunya cara ialah mencatat seluruh akun media sosial mahasiswa baru agar aktivitas mahasiswa diketahui. 



Menurut dia, pencatatan akun medsos akan dilakukan pihaknya pada masa Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru atau Propti tahun akademik 2018/2019. Ia mengatakan, pencatatan akan dikoordinir oleh setiap program studi yang ada di Unila. 

"Kami akan melakukan apa yang menjadi permintaan pak Menristek Dikti untuk mencatat seluruh akun medsos milik mahasiswa baru Unila. Pencatatan itu nantinya dilakukan setiap program studi saat berlangsungnya Propti," ujar dia kepada lampost.co, Sabtu (9/6/2018).

Menurut dia, mencatat akun medsos yang menjadi permintaan Menristek Dikti adalah tujuan yang baik, agar mahasiswa tidak melakukan hal-hal yang kurang baik, seperti tidak berinteraksi dengan lingkungan memiliki paham dilarang pemerintah. 

"Saya kira sangat baik tujuannya. Apalagi itu sebagai upaya pencegahan paham radikalisme di dalam kampus. Kami mendukung dan menjalankan apa yang menjadi ketentuan Kemenristek Dikti," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR